BALI BERPENGALAMAN TANGANI FLU BURUNG

• Friday, 21 Oct 2011 - 13:17 WIB

Denpasar, 21/10 (ANTARA) - Gubernur Made Mangku Pastika mengatakan, Bali sudah sangat berpengalaman dalam menangani kasus flu burung.
     "Kami sudah sangat berpengalaman dalam menangani flu burung, seluruh protap sudah sesuai standar baku. Sekarang tinggal partisipasi masyarakat saja yang perlu terus menerus ditingkatkan untuk mencegah terjadinya penyebaran virus tersebut," katanya di Denpasar, Jumat.
     Seusai sidang paripurna DPRD Bali, ia mengatakan, pemerintah sudah berupaya sangat maksimal sesuai prosedur yang ada. Pemprov Bali juga sudah berupaya maksimal dengan melakukan lokalisir unggas, eliminasi, vaksin dan sebagainya.
     "Saya menghimbau agar pemerintah kabupaten dan kota juga melakukan hal yang sama," kata Mangku Pastika.
     Selama ini memang belum ada protes yang dilakukan baik oleh pemerintah pusat maupun oleh dunia internasional, karena seluruh protap penanganan flu burung sudah dilakukan sebagaimana mestinya.
     Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bali I Putu Sumantra mengakui hingga saat ini virus flu burung sudah menyebar secara acak di seluruh kabupaten dan kota di Bali.
     "Hasil pantauan tim menunjukkan, hingga saat ini virus flu burung sudah ada di 62 desa yang tersebar secara acak di kabupaten dan kota di Bali, dengan jumlah kasus sebesar 65 kasus di unggas yang positif flu burung," katanya.
     Berdasarkan hasil tes cepat menunjukkan, jika ke-62 desa yang ada di Bali tersebut sudah terinfeksi dan dinyatakan positif. Hasil tes cepat tersebut juga diuji lagi sampelnya di beberapa laboratorium dan hasilnya juga sama yakni positif flu burung.
     Seluruh kegiatan yang bersifat pengendalian terus dilakukan mulai dari eliminasi, unggas dengan radius tertentu dari lokasi, pemberian vaksin terhadap unggas serta penyemprotan disinfektan yang dilakukan baik oleh petugas terlatih maupun oleh para peternak yang sudah mendapatkan pelatihan, sosialisasi dari petugas di lapangan.
     Namun harus diakui, kata dia, upaya pemerintah untuk meminimalisir kasus masih terkendala beberapa hal pokok, antara lain respon cepat dari masyarakat belum maksimal dalam menangani flu burung, banyak juga peternak unggas yang kurang disiplin dalam menangani, merawat unggas dan kandangnya.
     Selain itu masih saja ada warga ingin mendistribusikan unggasnya baik antarwilayah di Bali maupun antarpulau dari luar Bali. Padahal sudah diatur melalui Perda Bali No 1 Tahun 2003 yang menjelaskan jika upaya mendistribusikan unggas tersebut dilarang.
     Namun aturan tersebut masih saja dilanggar dan aparat sudah melakukan tindakan tegas. Pelanggaran Perda tersebut cukup beralasan karena konsumsi daging unggas di Bali sangat tinggi.
      Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr Nyoman Sutedja mengatakan, untuk seluruh Provinsi Bali diakui belum pernah ada penularan dari manusia ke manusia.
     "Dalam dua tahun terakhir, jumlah kasus meninggal pada manusia baru mencapai delapan orang. Tahun 2010 ada enam orang dan tahun 2011 ada dua orang," katanya.
     Sedangkan korban yang tidak meninggal dunia, namun dinyatakan diduga terjangkit virus tersebut mencapai 21 orang tetapi semuanya bisa tertolong.
     Sutedja mengimbau agar seluruh masyarakat di Bali waspada bila terjadi batuk disertai demam hingga mencapai 36 sampai 37 derajat celsius.      
     "Kalau ada ciri-ciri seperti itu harus segera melakukan 'cek up' ke dokter atau rumah sakit dan puskemas terdekat," katanya.
(T.I020/B/E001/E001) 21-10-2011 13:15:33