GUNUNG MARAPI MELETUS DUA KALI, TIDAK MENGELUARKAN LAHAR

• Friday, 21 Oct 2011 - 15:30 WIB

 Bukittinggi, Sumbar 21/10 (ANTARA) - Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (BGPVMB) Bukittinggi, Sumatera Barat mencatat Gunung Marapi meletus sebanyak dua kali, namun tak mengeluarkan lahar membahayakan masyarakat sekitar.
   "Dua kali letusan terjadi pada gunung Senin sekitar pukul 07.51 WIB dan 07.58 WIB, hanya mengeluarkan asap hitam dan abu vulkanik. Abu mengarah ke Barat," kata Petugas BGPVMB di Pos Pemantuan Gunung Marapi Warseno, Jumat.
   Menurut dia, abu vulkanik yang disemburkan gunung berketinggian 2.891 meter dari atas permukaan laut (mdpl) itu mengarah ke Kota Padang Panjang dan Kabupaten Padang Pariaman.
   "Perkiraan kita abu vulkanik tidak sampai pada dua daerah itu karena abu pecah di daerah Koto Baru, Kabupaten Tanahdatar. Tapi, apakah hujan abu terjadi di daerah Koto Baru itu belum didapatkan laporan," katanya.
   Kata dia, laporan dari alat seismograf pada Kamis (20/10) diketahui gunung mengeluarkan letusan sebanyak 11 kali, hembusan tujuh kali, gempa vulkanik dalam satu kali dan vulkanik dangkal empat kali serta dua kali tektonik jauh.
   "Peningkatan aktivitas gunung masih taraf yang wajar dengan mengeluarkan asap hitam dan abu vulkanik. Warga yang tinggal di bawah kaki gunung tidak usah khawatir gunung akan meletus karena tanda-tanda demikian belum ada," katanya.
   BGPVMB, katanya, dalam memantau aktivitas gunung tersebut telah memasang tiga alat seismograf dan satu digital analog pada posisi ketinggian 2.000 meter di daerah Batu Palano dan ketinggian 1.500 meter di Lasi.
   Warseno meminta warga yang tinggal di bawah kaki gunung tetap meningkatkan kewaspadaan, karena peningkatan aktivitas gunung tidak dapat diketahui kapan akan terjadi.
   Peningkatan aktivitas gunung pada tanggal 3 Agustus 2011 sekitar pukul 09.00 WIB mengeluarkan asap hitam yang disertai abu vulkanik mencapai 1.000 meter dan menjangkau ke sejumlah daerah di Sumbar, seperti Agam, Tanahdatar, Pariaman, Padangpariaman, dan Padangpanjang.
   Gunung Marapi Bukittinggi terakhir kalinya meletus pada tahun 2005. Saat dalam status siaga, Kota Bukittinggi merupakan salah satu daerah evakuasi.
   Dalam kondisi aktif normal, gunung yang berdampingan dengan Gunung Singgalang dan Tandikek ini selalu menjadi tujuan bagi pendaki dari dalam maupun dari luar Sumatera Barat. Setiap pergantian tahun baru, gunung itu selalu ramai oleh pendaki.
   Akses pendakian Gunung Marapi mudah dicapai. Titik mulai pendakian berada di Kotobaru, Tanahdatar dengan lama perjalanan dari Kota Padang menuju Kotobaru sekitar 1,5 jam.
(T.PSO-205/B/E001/E001) 21-10-2011 15:27:35