Mesin Hemodialisis Untuk Pasien Ginjal di Jambi

• Friday, 28 Apr 2017 - 11:23 WIB

JAKARTA – Siloam Hospitals Jambi tahun ini akan menambah 6 unit mesin Hemodialisis. Ini dilakukan karena pasien ginjal yang datang berobat umumnya menggunakan layanan BPJS.

“Dampaknya lima unit alat Hemodialisis dirasa tidak mencukupi karenanya penambahan 5 hingga 6 alat kami canangkan untuk melengkapi pelayanan,” kata dr Andri Budiman, Sp.PD, ahli penyakit dalam RS Siloam Jambi, dalam siaran persnya, Sabtu (22/4).

Selain penambahan unit mesin, Siloam Hospitals Jambi juga mengadakan pelatihan perawat guna membantu penanganan pasien terkait penyakit ginjal kronis.

Guna mendukung pelayanan, aspek tenaga melalui ketrampilan tenaga perawat yang telah bersertifikasi turut disediakan Siloam Jambi.

“Saat ini kami telah memiliki empat perawat bersertifikasi guna membantu menangani pasien ginjal, pelatihan kami sertakan agar layanan ini semakin menyeluruh,” tambahnya.

Sebagai satu satunya rumah sakit swasta berkelas internasional di Jambi, Andri mengakui pihaknya kerap menerima pasien gagal ginjal yang datang dari luar kota.

“umumnya para pasien datang dari Kabupaten dan sekitarnya. Permasalahan utama adalah cuci darah,” sebut Andri.

Menurutnya, hal yang utama bagi pasien penanganan melalui Hemodialisis adalah mempersiapkan dirinya untuk mendapatkan ketersedian donor ginjal.

“Hemodialisis itu hanya jeda waktu dalam rentang pengobatan. Karenanya hal yang paling utama bagi pasien adalah mendapatkan donor ginjal. Dan itu harus dipahami dan juga harus dipersiapkan dengan matang,” jelasnya.

Gagal ginjal kronis adalah proses kerusakan pada ginjal dengan rentang waktu lebih dari 3 bulan. Menurut Andri Budiman, gejala-gejala fungsi ginjal memburuk tidak spesifik, mungkin termasuk perasaan kurang sehat dan mengalami nafsu makan berkurang.

“Seringkali, penyakit ginjal kronis didiagnosis sebagai hasil skrining
dari orang yang dikenal berada dirisiko masalah ginjal, seperti tekanan darah tinggi atau diabetes,” kata Andri.

Pedoman profesional terbaru mengklasifikasikan tingkat keparahan penyakit ginjal kronis dalam lima tahap. Tahap 1 yang paling ringan dan biasanya menyebabkan sedikit gejala. Tahap 5 menjadi penyakit parah dengan harapan hidup yang buruk jika tidak diobati.

“Stadium akhir penyakit ginjal kronis itu dihadapkan pada layanan cuci darah. Guna pencegahan dari stadium satu yaitu dengan mengubah pola makan dan gaya hidup sehat,” paparnya. (ANP)