Presiden Ingatkan Pentingnya Konektivitas Jawa Barat dan DKI Jakarta

• Tuesday, 2 May 2017 - 17:04 WIB

JAKARTA - Presiden Joko Widodo meminta kepada pemerintah daerah Provinsi Jawa Barat untuk dapat lebih proaktif dan terus bersinergi dengan pemerintah pusat dalam menyelesaikan segala permasalahan yang ada di lapangan. Beberapa persoalan yang ada tersebut misalnya pembebasan lahan untuk pembangunan infrastruktur di sana.

Demikian disampaikan Presiden saat memimpin rapat terbatas mengenai evaluasi pelaksanaan proyek strategis nasional dan program prioritas di Provinsi Jawa Barat, pada Selasa, 2 Mei 2017, di Kantor Presiden, Jakarta.

"Saya minta Gubernur maupun pemerintah daerah bisa lebih proaktif dan terus bersinergi dengan pemerintah pusat untuk menyelesaikan masalah-masalah yang masih dihadapi di lapangan seperti pembebasan lahan maupun mengantisipasi dari setiap dampak proses pembangunan, terutama pembangunan infrastruktur yang ada di Provinsi Jawa Barat. Karena saya yakin pembangunan infrastruktur ini akan menjadi sebuah fondasi bagi pergerakan ekonomi yang lebih cepat dan merata di Jawa Barat," ujar Presiden.

Provinsi Jawa Barat yang berbatasan langsung dan menjadi salah satu daerah penyangga Ibu Kota Jakarta menjadikan Provinsi tersebut memiliki posisi yang sangat strategis. Selain itu, Jawa Barat juga memiliki keterkaitan ekonomi yang kuat dengan DKI Jakarta. Oleh karena itu, antara kedua provinsi ini diperlukan konektivitas dan sinergi yang baik.

"Bukan saja keterkaitan dalam penyediaan bahan baku dan tenaga kerja, tapi juga terkait dengan penyediaan pelayanan dan fasilitas publik khususnya transportasi dan permukiman. Juga dalam menampung investasi di sektor industri pengolahan dan industri jasa yang tidak mungkin lagi dilakukan oleh DKI Jakarta," ungkapnya.

Pada tahun 2016, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat tumbuh sebesar 5,67 persen meningkat dibanding tahun 2015 sebesar 5,04 persen. Presiden meminta agar Jawa Barat dapat memacu pertumbuhan ekonominya lebih tinggi lagi. Hal tersebut dimaksudkan agar dapat membuka lapangan pekerjaan yang lebih banyak lagi. Sebab, berdasarkan data yang dimilikinya, tingkat pengangguran di Provinsi tersebut masih tergolong tinggi.

"Karena data yang saya peroleh menunjukkan peningkatan jumlah pengangguran terbuka pada tahun 2016 sebesar 8,89 persen, sedikit mengalami peningkatan dari 8,72 persen di tahun 2015," ucap Presiden. (ANP)

Foto: Kris - Biro Pers Setpres