Ketua MPR : Indonesia Mundur ke Belakang Jika Terus Persoalkan NKRI dan Pancasila

• Thursday, 25 May 2017 - 06:04 WIB

Manado - MPR terus melakukan sosialisasi 4 pilar kebangsaan, yakni pancasila, UUD 1945, NKRI dan bhineka tunggal ika. Kali ini sosialisasi dipimpin langsung ketua MPR, Zulkifli Hasan, di hadapan pengurus Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia Sulawesi Utara di kota Manado (24/5/2017). Zulkifli Hasan menegaskan, sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan sangat penting ditengah situasi sekarang ini. 

"Sudah 71 tahun Indonesia merdeka, tapi rasa persaudaraan dan senasib sepenanggungan mulai pudar," ujarnya. Budaya dan nilai-nilai luhur bangsa juga mulai tergerus. 

Misalnya karena narkoba. Zulkifli mengutip data Badan Narkotika Nasional yang menyebutkan jumlah pengguna narkoba di Indonesia mencapai 5 juta orang. Belum lagi seks bebas dan perilaku seks sejenis, seperti yang belum lama ini terbongkar polisi di kawasan Kelapa Gading Jakarta Utara. 

Menyikapi fenomena ini, berpegang pada ajaran Pancasila, menjadi keharusan. Pancasila sebagai ideologi negara, harus dijadikan pandangan hidup dan pedoman berperilaku sehari-hari. "Dengan begitu perbedaan akan menjadi kekuatan dan pemersatu bangsa, bukannya melemahkan" katanya.

Zulkifli juga memberi perhatian khusus kepada Sulawesi Utara, sebagai tuan rumah sosialisasi 4 Pilar kali ini. Zulkifli menegaskan, suara-suara anti NKRI yang sempat muncul, tidak mewakili sikap warga Sulut keseluruhan. Ia yakin, NKRI dan Pancasila merupakan harga mati bagi warga Sulawesi Utara. Apalagi sejarah mencatat, salah satu putra terbaik Sulut, Alexander Andries Maramis, merupakan bagian dari "Panitia Lima" yang bertugas merumuskan Pancasila.

"Raja-Raja di Indonesia dulu, rela tidak lagi jadi bangsawan asalkan Indonesia bersatu. Maka jika kini NKRI, Pancasila, suku dan agama masih dipersoalkan, maka sama saja bangsa Indonesia mengalami kemunduran," kata Zulkifli. (mus