PAN Digoyang, Gerindra Buka Peluang

• Monday, 24 Jul 2017 - 15:36 WIB
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani

JAKARTA - Perbedaan sikap soal UU Pemilu antara Partai Amanat Nasional (PAN) dengan pemerintah dan partai pendukung pemerintah, membuat posisi PAN di koalisi pendukung pemerintah terancam.

Bahkan beredar kabar, Partai berlogo matahari terbit ini tengah dikucilkan oleh beberapa fraksi partai koalisi pasca penetapan UU Pemilu mengenai ambang batas pencalonan presiden di Pemilu 2019.

Bak Gayung bersambut, Partai Gerindra yang juga menolak pengambilan keputusan UU Pemilu pada Jumat (21/7/2017), membuka peluang bagi partai manapun untuk bergabung bersama.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengungkapkan partainya menerima PAN untuk berkoalisi jelang Pemilu 2019. Apalagi Gerindra telah sepakat mengusung Ketua Umum Prabowo Subianto sebagai calon presiden di Pemilu 2019.

"Kami siap menerima partai manapun termasuk PAN. Itu kawan dan sahabat. Kekuatan yang bisa kita gunakan sama-sama untuk memenangkan (Pilpres 2019)," jelas Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (24/7/2017).

Meski demikian, Muzani mengungkapkan Gerindra tetap menghormati sikap PAN untuk menentukan arah peta politiknya di Pemilu 2019, apakah tetap mendukung Joko Widodo sebagai capres atau beralih ke calon lain.

"Yah kami menghormati sikap PAN. Semua parpol kan punya cara pandang otonom. Sekali lagi kami menghormati semua dan gerindra tidak berhalangan untuk berkomunikasi dengan pihak manapun," ucap Muzani.

(muf/Okezone)