Valerian and the City of A Thousand Planets

• Monday, 31 Jul 2017 - 12:28 WIB

Pada usia 8 tahun, sutradara ternama Luc Besson ("The Professional", "The Fifth Element", "Lucy") jatuh cinta dengan komik "Valerian et Laureline" yang terkenal di tanah kelahirannya, Perancis. 

Saat usia Besson menginjak 50-an tahun, setelah teknologi dan biaya memungkinkan, komik tentang sepasang polisi luar angkasa itu, diadaptasi dan diangkat ke layar lebar lewat "Valerian and the City of a Thousand Planets". 

Tak hanya menyutradarai, sineas yang terkenal dengan karya-karya sci-fi-nya, juga bertindak sebagai penulis cerita dan produser. Hasilnya, film ini sangat sarat efek visual untuk mendukung latar kehidupan masa depan di antariksa. 

"Valerian and the City of a Thousand Planets" dibuka dengan indahnya kontak pertama antarmanusia dalam menjelajah luar angkasa. Seiring kemajuan peradaban, manusia tidak hidup sendiri. Banyak jenis makhluk lain yang hidup di berbagai galaksi. Bagaimana manusia bisa menerima mereka, yang secara fisik saja, sangat jauh berbeda?

Pada abad ke-28, polisi Valerian dan Laureline bekerja sama dalam tim khusus untuk menjaga ketertiban, di luar dunia manusia. Berabad-abad setelah manusia berhasil berhubungan dengan alien, keduanya harus memastikan, kehidupan bersama beragam makhluk, seaneh, seberagam, seunik apa pun, harus tetap terjalin harmonis. 

Di bawah perintah menteri pertahanan, keduanya menjalankan misi menggagalkan transaksi pasar gelap terhadap sebuah mutiara. Usaha itu membawa Valerian dan Laureline menyusup ke kota Alpha. Di sana, semua jenis makhluk dari segala tempat, berkumpul, berbagi ilmu pengetahuan, intelegensi, dan kebudayaan, selama berabad-abad.

Namun, Alpha menyimpan misteri, segelap makna mimpi yang kerap dialami Valerian. Selain itu, pimpinan Valerian - Laureline juga dicurigai menyembunyikan rahasia yang tak kalah misterius.

Pengalaman mereka mengungkap selubung kekuatan gelap, yang mengancam Alpha - Kota dari Seribu Planet itu, diceritakan dengan adegan-adegan seru Valerian dan Laureline. Berpacu untuk menyelamatkan eksistensi Alpha, keduanya juga membantu menjaga keberadaan masa depan alam semesta.  

Penonton pun diajak menjelajahi imajinasi Besson terhadap penggambaran atas komik favoritnya, dalam visualisasi yang spektakuler. Meski begitu, tetap terselipkan pesan-pesan sederhana tentang kemanusiaan, toleransi atas perbedaan, dan kesetaraan.

Genre: Sci-fi, action
Sutradara: Luc Besson
Pemain: Dane DeHaan, Cara Delevingne, Clive Owen, Rihanna, Ethan Hawke, John Goodman, Herbie Hancock, Kris Wu (ex-boyband EXO)
Durasi: 2 jam 17 menit
Studio: EuropaCorp
Mulai tayang di bioskop Indonesia: 28 Juli 2017 (midnight show)

(MAR)