Inilah Capaian Program JKN-KIS, BPJS Kesehatan di Jakarta

• Tuesday, 22 Aug 2017 - 20:29 WIB

Jakarta - Bergulirnya program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) berdampak terhadap pelayanan kesehatan masyarakat. Program JKN-KIS membuka akses yang lebih besar kepada masyarakat untuk mendapat jaminan pelayanan kesehatan. Secara bertahap, Program JKN-KIS pun terus berkembang pesat hingga kini dan bergerak menuju cakupan semesta. Sampai dengan saat ini, secara nasional jumlah masyarakat yang telah mengikuti Program JKN-KIS mencapai 180 juta jiwa atau lebih dari 70% dari jumlah proyeksi penduduk Indonesia di tahun 2017.

Laporan audited akhir tahun 2016 memberikan gambaran bahwa program JKN-KIS sangat dirasakan masyarakat. Ini terlihat dari pemanfataan kartu BPJS Kesehatan di 2016 secara nasional sebanyak 177,8 juta kunjungan ke fasilitas kesehatan. Angka kunjungan ini terus meningkat dari tahun 2014 sebanyak 92,3 juta, dan tahun 2015 sebanyak 146,7 juta. Total pemanfaatan di 2016 ini terdiri dari kunjungan ke fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas, klinik pratama, dan dokter praktek perorangan mencapai sekitar 120,9 juta kunjungan, untuk rawat jalan di poliklinik dan rumah sakit sebanyak 49,3 juta, dan rawat inap 7,6 juta.

Komitmen pemerintah dalam keberlangsungan Program JKN KIS terwujud penyediaan APBN dalam bentuk iuran bagi  92.4 juta jiwa peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan pemenuhan ketersediaan fasilitas kesehatan. Darimana sumber APBN tersebut, tentu salah satunya dari pajak.

Implementasi program JKN-KIS yang baru 3,5 tahun, nyatanya tidak hanya berdampak terhadap pelayanan kesehatan, tetapi juga perekonomian. Menurut penelitian LPM FEB Universitas Indonesia, kontribusi JKN-KIS terhadap perekonomian Indonesia di tahun 2016 sebesar 152,2 triliun dan di tahun 2021 bisa mencapai 289 triliun. Program ini meningkatkan angka harapan hidup masyarakat Indonesia sampai 2,9 tahun.

Capaian Kantor Cabang Prima

Adapun pencapaian kinerja Program JKN-KIS untuk BPJS Kesehatan Kantor Cabang Prima sendiri yang mencakup Wilayah Jabodetabek Khusus BUMN & BU Swasta juga terus mengalami peningkatan. Sampai dengan 18 Agustus 2017, jumlah peserta BPJS Kesehatan Cabang Prima mencapai 2.350.530 jiwa.

"Kami ucapkan terimakasih kepada pemerintah daerah terhadap komitmen untuk menyukseskan Program JKN-KlS. Selain komitmen dalam bentuk pembiayaan serta perluasan akses pelayanan melalui Penyediaan fasilitas kesehatan, ke depan kami harapkan peran pemerintah daerah juga makin dioptimalkan baik dari sisi kualitas dan mutu pelayanan kesehatan sehingga derajat kesehatan masyarakat semakin meningkat, bersama-sama memperkuat regulasi terkait kepatuhan pengusaha dan masyarakat dalam kepesertaan JKN-KIS, serta cakupan kepesertaan yang makin luas sehingga dapat terwujudnya Universal Heo/th Coverage atau cakupan semesta di tahun 2019,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Prima, Niken Sawitri.

Capaian Kantor Cabang Jakarta Selatan

Adapun pencapaian kinerja Program JKN-KlS UMUR BPJS Kesehatan Kantor Cabang Jakarta Selatan sendiri yang mencakup Kota Jakarta Selatan juga terus mengalami peningkatan, Sampai dengan 30 Juni 2017, jumiah peserta BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Selatan adalah 2,402.599 jiwa_ Termasuk di dalamnya peserta yang didaftarkan dan diintegrasikan dengan Program JKN-KIS.

Pertumbuhan jumlah peserta juga diiringi dengan pertumbuhan jumlah fasilitas kesehatan yang bekerjasama. Saat ini Kantor Cabang Jakarta Selatan telah bermitra dengan 134 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), yang terdiri atas 75 Puskesmas, 40 Klinik Pratama Swasta, 10 Klinik Pratama TNI dan 9 Klinik Pratama Polri. Selain itu, BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Selatan juga telah bekerja sama dengan 49 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan jFKRTl.) yang terdiri atas 26 Rumah Sakit (termasuk di dalamnya 2 Klinik Utama), 17 Apotek, serta 6 Optik.

"Kami ucapkan terimakasih kepada pemerintah daerah terhadap komitmen untuk menyukseskan Program JKN-KlS 5elain komitmen dalam bentuk pembiayaan serta perluasan akses pelayanan melalui penyediaan fasilitas kesehatan ke depan kami harapkan peran pemerintah daerah juga makin dioptimalkan baik dari sisi kualitas dan mutu pelayanar kesehatan sehingga derajat kesehatan masyarakat semakin meningkat, bersama-sama memperkuat regulasi terkai kepatuhan pengusaha dan masyarakat dalam kepesertaan JKN-KlS, serta cakupan kepesertaan yang makin lua sehingga dapat terwujudnya Universal Health Coverage atau cakupan semesta di tahun 2019," ujar Kepala BPJ! Kesehatan Cabang Jakarta Selatan, dr. Sudarto KS, AAK.

Capaian Kantor Cabang Jakarta Timur

Adapun pencapaian kinerja Program JKN-KIS untuk BPJS Kesehatan Kantor Cabang Jakarta Timur sendiri yang mencakup Kota Administrasi Jakarta Timurjuga terus mengalami peningkatan. Sampai dengan 30 Juni 2017, jumlah peserta BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Timur mencapai 2.684.653 jiwa. Termasuk di dalamnya peserta yang didaftarkan dan diintegrasikan dengan Program JKN-KIS oleh Pemerintah Daerah Jakarta Timur melalui program PBI APBD, sebanyak 976.590 jiwa.

Pertumbuhan jumlah peserta ini juga diiringi dengan pertumbuhan jumlah fasilitas kesehatan yang bekerjasama. Saat ini Kantor Cabang Jakarta Timur telah bermitra dengan  199 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), yang terdiri atas 86Puskesmas,4 Dokter Praktek Perorangan, 80 Klinik Pratama, 29Klinik TNI/Polri. Selanjutnya, BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Timur juga telah bekerja sama dengan 39 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang terdiri atas 39Rumah Sakit (termasuk di dalamnya 4Klinik Utama). Selain itu terdapat Apotik PRB sejumlah 10 Apotik dan 6 Optik.

“Kami ucapkan terimakasih kepada pemerintah daerah terhadap komitmen untuk menyukseskan Program JKN-KIS. Selain komitmen dalam bentuk pembiayaan serta perluasan akses pelayanan melalui penyediaan fasilitas kesehatan, ke depan kami harapkan peran pemerintah daerah juga makin dioptimalkan baik dari sisi kualitas dan mutu pelayanan kesehatan sehingga derajat kesehatan masyarakat semakin meningkat, bersama-sama memperkuat regulasi terkait kepatuhan pengusaha dan masyarakat dalam kepesertaan JKN-KIS, serta cakupan kepesertaan yang makin luas sehingga dapat terwujudnya Universal Health Coverage atau cakupan semesta di tahun 2019,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Timur (Betsy M.O Roeroe), saat kegiatan Public Expose Capaian Kinerja BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Timur, di Kota DKI Jakarta (22/08).

Selain itu, dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan serta mempercepat cakupan kepesertaan berbagai inovasi dan terobosan dilakukan untuk dapat memenuhi target tersebut. Masyarakat yang sebelumnya dapat melakukan pendaftaran di Kantor Cabang, Kantor Layanan Operasional Kabupaten/Kota, Website, dan Bank mitra yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, kini pendaftaran dapat juga dilakukan melalui BPJS Kesehatan Care Center 1500-400. Tak cukup sampai disitu, kini BPJS Kesehatan juga mengembangkan pendaftaran melalui Sistem Dropbox di Kantor Cabang BPJS Kesehatan, Kantor Kelurahan, danKantor Kecamatan,Pendaftaran melalui PPOB/mitra kerja BPJS Kesehatan, melalui Kader JKN serta pendaftaran melalui aplikasi Mobile JKN. Pendaftaran melalui mitra kerja juga tengah dikembangkan dengan membuka Point of Service di pusat perbelanjaan seperti mall dan tempat perbelanjaan lainnya.

Capaian Kantor Cabang Jakarta Barat

Adapun pencapaian kinerja Program JKN-KIS untuk BPJS Kesehatan Kantor Cabang Jakarta Barat sendiri yang mencakup Kota Administrasi Jakarta Barat juga terus mengalami peningkatan. Sampai dengan 30 Juni 2017, jumlah peserta BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Barat mencapai 1.450.837 jiwa. Termasuk di dalamnya peserta PPU (Pekerja Penerima Upah), BP (Bukan Pekerja), dan PBPU (Peserta Bukan Penerima Upah).

Pertumbuhan jumlah peserta ini juga diiringi dengan pertumbuhan jumlah fasilitas kesehatan yang bekerjasama. Saat ini Kantor Cabang Jakarta Barat telah bermitra dengan 112 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKT P), yang terdiri atas 73 Puskesmas, 6 Dokter Praktik Perorangan, 2 Dokter Praktik Gigi Perorangan, dan 31 Klinik Pratama. Selain itu, BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Barat juga telah bekerja sama dengan 19 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang terdiri atas 19 Rumah Sakit (termasuk di dalamnya 2 Klinik Hemodiaiisa), 94 Apotek, serta 3 Optik.

"Kami ucapkan terimakasih kepada pemerintah daerah terhadap komitmen untuk menyukseskan Program JKN-KlS. Selain komitmen dalam bentuk pembiayaan serta perluasan akses pelayanan melalui penyediaan fasilitas kesehatan, ke depan kami harapkan peran pemerintah daerah juga makin dioptimalkan baik dari sisi kualitas dan mutu pelayanan kesehatan sehingga derajat kesehatan masyarakat semakin meningkat, bersama-sama memperkuat regulasi terkait kepatuhan pengusaha dan masyarakat dalam kepesertaan JKN-KiS, serta cakupan kepesertaan yang makin luas sehingga dapat terwujudnya Universal Health Coverage atau cakupan semesta di tahun 2019,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Barat, dr. Eddy Sulistijanto Hadie, M.M., AAK.

Capaian Kantor Cabang Jakarta Pusat

Adapun pencapaian kinerja Program JKN-KIS Untuk BPJS Kesehatan Kantor Cabang Jakarta Pusat yang mencakup Wiiayah Kota Administrasi Jakarta Pusat, juga terus mengalami peningkatan. Sampai dengan 30 Juni 2017, jumlah Peserta JKN KiS Cabang Jakarta Pusat mencapai 5.076.685 jiwa, Termasuk di dalamnya peserta yang didaftarkan dan diintegrasikan dengan Program JKN-KIS oleh Pemerintah DKI Jakarta (Peserta Jamkesda Provinsi DKl Jakarta), sebanyak 3.589.839 jiwa.

Pertumbuhan jumlah peserta ini juga diiringi dengan perturnbuhan jumlah fasilitas kesehatan yang bekerjasama. Saat ini Kantor Cabang Jakarta Pusat telah bermitra dengan 92 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), yang terdiri atas 38 Puskesmas dan S4 Klinik Pratama yang terdlrl dari 39 Klinik Pratama Swasta/BMUN/Pemerintah Daerah, 13 Klinik Pratama TNI, dan 2 Klinik Pratama POLRI. Selain itu, BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Pusat juga telah bekerja sama dengan 27 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang terdiri atas 22 Rumah Sakit, 5 Klinik Utama, dan dengan 9 Apotek PRB, serta 10 Optik.

"Kami ucapkan terimakasih kepada pemerintah daerah terhadap komitmen untuk menyukseskan Program JKN-KlS. Selain komitmen dalam bentuk pembiayaan serta perluasan akses pelayanan melalui penyediaan fasilitas kesehatan, ke depan kami harapkan peran pemerintah daerah juga makin dioptimalkan baik dari sisi kualitas dan mutu pelayanan kesehatan sehingga derajat kesehatan masyarakat semakin meningkat, bersama-sama memperkuat regulasi terkait kepatuhan pengusaha dan masyarakat dalam kepesertaan JKN-KlS, serta cakupan kepesertaan yang makin luas sehingga dapat terwujudnya Universal Health Coverage atau cakupan semesta di tahun 2019,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Pusat, drg. Bona Evita, AAK. (ANP)