Cara Konvensional vs BLW, Metode Mana yang Paling Baik untuk Mengenalkan Makanan pada Anak?

• Monday, 4 Sep 2017 - 17:41 WIB

BEBERAPA waktu lalu, di media sosial tengah ramai mengenai cara yang diterapkan oleh penyanyi Andien kepada anaknya untuk mengenalkan makanan. Andien lebih memilih menggunakan metode Baby Led Weaning (BLW). Banyak yang tidak setuju dengan cara yang dilakukan Andien, tapi banyak juga yang setuju.

BLW adalah salah satu cara pengenalan makanan kepada anak di mana makanan yang dikenalkan bertekstur padat. Sebenarnya metode ini sudah ada sejak 10-15 tahun lalu dan sudah banyak diterapkan oleh masyarakat luar sebagai salah satu cara pencegahan obesitas pada anak.

Melalui BLW, anak diajarkan untuk memilih dan mengeksplorasi makanan sesuai dengan naluri dan keinginannya. Anak juga bebas menentukan kapan ia ingin makan dan berhenti makan.

BLW memang berbeda dengan cara pengenalan makanan konvensional. Cara konvensional mengenalkan tekstur makanan secara bertahap mulai dari yang lembek, cincang halus, hingga padat. Sedangkan BLW melewatkan tahap lembek dan cincang halus, jadi anak langsung dikenalkan dengan makanan bertekstur padat.

Hingga saat ini, belum ada penelitian yang menjelaskan bahwa pengenalan makanan melalui metode BLW jauh lebih baik dibanding konvensional. Hanya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat menerapkan metode BLW.

"Pemberian makanan pada anak merupakan hak prerogratif ibu. Tapi, harus didukung dengan kemampuan ibu dan memperhatikan kebutuhan nutrisi anak," ungkap dokter spesialis anak, dr Lucia Nauli Simbolon, SpA saat ditemui dalam acara Diskusi Plus Minus Baby Lead Weaning yang diselenggarakan Forum Ngobras, Senin (4/9/2017) di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Pada metode BLW, tidak diketahui secara pasti apakah kebutuhan nutrisi anak terpenuhi. Padahal, nutrisi berperan sangat penting di dua tahun pertama usia anak. Ada ketakutan anak-anak yang diberikan makanan melalui metode BLW kekurangan zat besi. Sebab, zat besi banyak terkandung dalam daging hewan seperti ayam dan sapi, ikan, serta hati. Sedangkan kebanyakan makanan yang dikenalkan pada saat BLW hanya berupa sayuran dan buah.

Selain itu kemungkinan anak untuk tersedak jauh lebih besar karena tidak terlihat seberapa besar potongan makanan yang tergigit anak. Di sinilah butuh keterampilan ibu yang lebih tinggi agar bisa mengatasi masalah bila anak tersedak. Ada baiknya pemberian BLW dilakukan saat anak memasuki usia 8 bulan karena kemampuan oromotornya sudah berkembang.

Tidak ada yang salah dengan cara pemberian makanan melalui metode BLW. Namun karena belum ada penelitian lebih lanjut mengenai metode BLW, dr Lucia lebih menyarankan pemberian makan kepada anak secara konvensional, sesuai dengan saran dari WHO dan IDAI.

Cara konvensional lebih memudahkan ibu untuk mengontrol nutrisi yang diterima anak. Pemberian makan secara bertahap juga membawa kentungan pada usus karena lebih mudah menyerap nutrisi.

(hel)