Waspada, Gangguan Irama Jantung Bisa Sebabkan Kematian Mendadak di Usia Muda

• Thursday, 7 Sep 2017 - 11:39 WIB

BANYAK sekali jenis gangguan jantung yang menyebabkan kualitas hidup seseorang menurun. Salah satunya gangguan irama jantung yang menyebabkan kematian mendadak pada seseorang berusia muda.

Sayangnya, penyakit gangguan irama jantung sulit dideteksi. Pemicunya bisa karena tekanan darah tinggi atau genetik dari keluarga.

Itulah yang menyebabkan Anda sulit mencegah terjadinya gangguan irama jantung. Apalagi bagi orang dengan riwayat penyakit tersebut.

Spesialis Jantung Pembuluh Darah dr Reynold Agustinus Manullang SpJP(K) menjelaskan, gangguan irama jantung sangat mematikan. Di Asia Tenggara sangat tinggi sekali risikonya seseorang menderita penyakit ini.

"Perlu dikhawatirkan, kalau ada seseorang tiba-tiba jatuh saat beraktivitas atau meninggal dunia setelah olahraga, biasanya itu pasien gangguan irama jantung," ungkap dr Reynold saat ditemui di Siloam Hospital Kebon Jeruk, Jakarta Barat, baru-baru ini.

Penderita gangguan irama jantung tidak hanya terjadi di kalangan lansia. Bila seseorang telah memiliki genetik dari penyakit ini, sejak lahir bayi bisa mengidap penyakit ini.

Adapun faktor risikonya yaitu ada efek samping serangan jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, efek samping tiroid, keracunan obat dan keracunan elektrolit. Tapi tidak semua orang paham dengan masalah gangguan irama jantung.

Gejala utama bila seseorang menderita penyakit ini yaitu tiba-tiba sering pingsan, lalu terjatuh saat beraktivitas. Tapi gejala ini disamakan dengan gangguan saraf otak atau sekalipun orang yang mengalami dehidrasi.

Maka, menurut Dr Reynold, penyakit gangguan irama jantung sulit sekali dideteksi dengan tepat. Namun, penyakit ini dapat sembuh dengan rutin minum obat khusus.

"Diagnosa gangguan irama jantung gampang-gampang susah. Tapi hanya penyakit ini dapat diatasi dengan makan obat sekira sebulan," tutup dr Reynold ramah.

(hel)