Berlebihan Makan Daging Merah, Waspada Risiko Diabetes Meningkat!

• Thursday, 7 Sep 2017 - 15:18 WIB

ASUPAN nutrisi daging merah sangat dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan protein harian. Tapi bila Anda berlebihan mengonsumsinya, tak hanya picu kanker tapi juga risiko diabetes.

Peneliti dari Duke-NUS Medical School (Duke-NUS) di Singapura membuktikan, bila seseorang makan daging merah berlebihan, dikaitkan dengan peningkatan risiko ancaman diabetes. Mengingat, penyakit ini tergolong silent killer yang harus diwaspadai.

Bahkan, penyakit diabetes merupakan turunan genetik keluarga. Sebisa mungkin Anda wajib mencegahnya supaya tak berdampak fatal.

Ya, pengendalian diet untuk penderita diabetes dan pra-diabetes sangat dibutuhkan untuk mengendalikan gula darah. Sebuah penelitian member peringatan kepada orang-orang yang suka makan daging merah terlalu sering, risiko diabetes meningkat.

Periset mengatakan, daging merah mengandung besi heme yang menghambat proses pencernaan. Tim periset menganalisis 63.257 orang dewasa berusia 45-74 tahun, antara 1993 dan 1998. Kemudian mengikuti studi rata-rata sekira 11 tahun.

Periset Senior Koh Woon Puay mengatakan, ada temuan hubungan positif antara asupan daging merah dengan risiko diabetes. Terjadi sekira 23% peningkatan diabetes.

"Studi ini menyelidiki hubungan antara kadar heme atau zat diet dari semua daging, lalu menemukan hubungan positifnya," terang Puay, dilansir Zeenews, Kamis (7/9/2017).

Setelah menyesuaikan kandungan besi heme dari daging merah, ada temuan bahan kimia lain yang ada dalam daging merah. Temuan tersebut menegaskan rekomendasi bahwa orang harus konsumsi daging merah secukupnya.

"Makanan yang sehat dan seimbang harus mengandung sumber protein yang cukup dan beragam, termasuk alternatif sehat sebagai penggantinya daging merah, yaitu ikan, tahu dan kacang polong," kata Direktur Pengawas Makanan Dr Annie Ling.

Karena itulah, variasi makanan harus dijaga. Jangan lupa juga konsumsi sumber protein nabati dari kacang-kacangan, gandum, kedelai yang diolah jadi tahu dan tempe.

(ade)