Waspada, Diare Bisa Sebabkan Anak Alami Dehidrasi hingga Tidak Sadarkan Diri!

• Friday, 15 Sep 2017 - 14:08 WIB

ANGGAPAN yang menyatakan anak-anak lebih mudah terkena penyakit dibanding orang dewasa rasanya benar. Anak-anak biasanya tidak begitu memerhatikan makanan yang dikonsumsi, apalagi bila dia sudah bersekolah dan mengenal jajanan.

Biasanya karena warna dan bentuk makanan yang menarik, mereka akan membelinya. Padahal tidak diketahui secara pasti apakah makanan tersebut higienis atau tidak. Penyakit yang sering timbul bila anak-anak mengonsumsi makanan yang kebersihannya tidak terjaga adalah diare.

Selama menglami diare, tubuh kehilangan cairan dan elektrolit yang dibutuhkan untuk berfungsi dengan benar. Gejala yang sering timbul saat anak mengalami antara lain kotoran yang berair, sakit perut atau kram, mual, sering ke kamar mandi, demam, dan dehidrasi. Pada kondisi terakhir, yaitu dehidrasi bisa menyebabkan keadaan darurat.

Dehidrasi adalah kondisi di saat tubuh tidak memiliki cairan yang cukup untuk bekerja dengan baik. Pada bayi dan anak-anak yang mengalami diare, dehidrasi bisa terjadi dengan sangat cepat. Maka dari itu, bila diare pada anak tidak segera ditangani akan terjadi komplikasi kesehatan yang serius seperti syok, kerusakan organ, dan koma. Menurut informasi yang dikutip dari Healthline, Jumat (15/9/2017), diare merupakan penyebab utama kematian nomor dua pada anak di bawah usia 5 tahun di seluruh dunia.

Dehidrasi dapat terjadi saat diare berlangsung dalam waktu lama. Idealnya diare akan hilang dalam waktu 1-2 hari tanpa perawatan medis. Apabila bayi atau anak mengalami diare lebih dari 24 jam, ada baiknya Anda segera mengunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan sebelum terjadinya dehidrasi.

Tapi Anda juga harus memerhatikan kondisi anak, karena sekali lagi, dehidrasi dapat terjadi sangat cepat pada bayi dan anak-anak. Gejala dehidrasi antara lain mulut dan mata kering, pipi cekung, tidak ada air mata saat menangis, anak cepat marah, kulit kering, dan anak mengalami kelelahan.

Pada kondisi yang lebih berat, dehidrasi menyebabkan bayi dan anak tidak buang air kecil selama 8 jam, kondisi yang sangat lesu, bintik lembut di atas kepala bayi tampak cekung, kekenyalan kulit saat dicubit berkurang, demam tinggi, dan ketidaksadaran.

Untuk menghindari bahaya dehidrasi pada anak, berikan banyak cairan ketika anak sudah terindikasi mengalami diare. Selain itu, jangan memberi makanan yang memicu diare, jangan memberi sembarang obat, dan selalu mencuci tangan untuk menghindari penyebaran bakteri di rumah. Pada bayi, ibu harus selalu menyusui anaknya karena ASI bisa membantu meredakan gejala diare dan mempercepat pemulihan.

(hel) / okezone.com