Sempat Mangkir, Polisi Bakal Panggil Ulang Pemred Kompas TV dan Presenter Aiman

• Monday, 2 Oct 2017 - 15:37 WIB

JAKARTA - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menyampaikan, berencana menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Pemimpin Redaksi (Pemred) Kompas TV Rosianna Silalahi dan presenter Aiman Witjaksono sebagai saksi kasus dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik.

Keduanya akan diinterogasi terkait laporan Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Brigjen Aris Budiman terhadap program wawancara eksklusif yang disiarkan Kompas TV dengan narasumber Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Donal Fariz.

"Kita jadwalkan kembali kapan bisanya, komunikasi kira-kira kapan bisa dilaksanakan," ungkap Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (2/10/2017).

Sedianya, Aiman menginginkan kasus tersebut diselesaikan melalui Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, dengan alasan wawancara eksklusif yang ditayangkan di Kompas TV murni produk jurnalistik.

Berbeda pendapat dengan Aiman, kata Argo, pelapor tidak mempersoalkan programnya melainkan pernyataan Donal Fariz yang hadir dalam acara Kompas TV. Pemanggilan Aiman dan Rosi hanya sebatas sebagai saksi atas pernyataan Donal Faris.

"Pak Aiman kan saksi toh, jadi yang di Dewan Pers itu kalau ada antara Dewan Pers dengan seseorang. Itu (laporan Aris Budiman) kan program di sana hadirkan narasumber, narsum sampaikan kata-kata yang membuat orang lain tersinggung," jelasnya.

Sedangkan pada Jumat 29 September, Aiman mendadak tidak bisa menghadiri panggilan polisi dengan alasan sedang sibuk dengan agenda liputan aksi 299 yang dihelat Presidium Alumni 212 di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta.

"Selain itu, dari agenda peliputan juga padat hari ini, ada aksi 299 dan lain-lain,” kata Aiman kala itu.

Rossi dan Aiman harus berurusan denga polisi karena dalam wawancara di Kompas TV, Donal selaku narasumber menyebut ada beberapa penyidik dan direktur di internal KPK yang berkali-kali menemui anggota Komisi III DPR terkait dengan pengamanan kasus e-KTP. Ia juga mengatakan ada musuh dalam selimut di tubuh KPK.

Atas dasar itu, Aris Budiman melapor ke Polda Metro Jaya karena merasa dirugikan. Adapun laporan Aris Budiman diterima polisi dengan nomor LP/4219/IX/2017/PMJ/Dit. Reskrimsus tertanggal 5 September 2017.

(Ari) / (okezone.com)