Tiga Kali Rapat Pleno Soal Nasib Setya Novanto Ditunda

• Monday, 2 Oct 2017 - 18:10 WIB
sindonews.com

JAKARTA - Rapat pleno Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang dijadwalkan hari ini guna membahas nasib Setya Novanto kembali ditunda hingga batas waktu tidak ditentukan. Diketahui, penundaan rapat pleno untuk mendengarkan jawaban Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto atas rekomendasi rapat harian DPP Senin 2 September 2017 sudah tiga kali. "Tidak ada (Rapat pleno hari ini, red)," kata Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham di Kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Nely, Slipi, Jakarta Barat, Senin (2/10/2017). Idrus pun enggan menjelaskan kapan rapat pleno itu digelar nantinya. "Nanti dikabari," katanya. Kendati demikian, Idrus Marham mengaku sudah menyampaikan isi rekomendasi rapat harian DPP Partai Golkar Senin 25 September 2017. Adapun isi rekomendasinya adalah meminta Setya Novanto diberhentikan sementara dari jabatan ketua umum Partai Golkar dan menunjuk pelaksana tugas (Plt). "Akhirnya pada waktu itu adalah hasilnya adalah ditunda rapat itu. Tidak jadi rapat dan waktunya ditentukan kemudian," ujarnya.

Dia menambahkan, pihaknya kini sedang menunggu Setya Novanto sembuh. "Nah pada gilirannya setelah Setya Novanto sehat tentu aktif dan memimpin rapat-rapat yang ada. Biar lah nanti dalam rapat itu kita sampaikan semua biar lebih enak," imbuhnya. Sehingga, menurut Idrus, lebih baik rapat pleno DPP Partai Golkar itu digelar setelah Setya Novanto keluar dari rumah sakit. "Iya lah (Setelah keluar dari rumah sakit, red)," pungkasnya. Hal yang diungkapkan Idrus Marham itu berbeda dengan klaim Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan DPP Partai Golkar Yorrys Raweyai. Sebab, Yorrys Raweyai memastikan bahwa rapat pleno itu digelar hari ini. (pur)