Masuk 10 Besar Follower Terbanyak, Presiden Jokowi Anggap Medsos Alat Komunikasi Efektif

• Monday, 9 Oct 2017 - 16:01 WIB
sindonews.com

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menempati peringkat ke-9 pemimpin dengan jumlah pengikut (follower) terbanyak di Twitter. Berdasarkan laporan resmi firma public relation Burson Marsteller, pengikuti mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut sebanyak 8,5 juta orang.

Juru Bicara Presiden Jokowi, Johan Budi, menjelaskan, ada beberapa tim yang mengelola media sosial Presiden mulai tim pengelola YouTube, Twitter, Facebook hingga medsos lainnya. Menurut Johan, bagi Presiden Jokowi, media sosial adalah alat untuk berkomunikasi dengan masyarakat secara dua arah.

“Melalui medsos ini juga Kepala Negara bisa mendapat masukan tentang arah kebijakannya,” papar Johan. Selain itu, lanjut dia, media sosial juga bisa sebagai sarana memperkenalkan dan menyuarakan tentang mencintai Indonesia.

Dosen komunikasi politik Universitas Indonesia (UI) Ari Junaedi menilai masuknya nama Presiden Jokowi dalam peringkat 10 besar dunia pemimpin dengan pengikut terbanyak menunjukkan Jokowi sadar akan pengaruh media sosial.

Menurut Ari, masuknya nama Jokowi tersebut sebetulnya tidak ada yang perlu diherankan mengingat sejak menjabat sebagai wali kota Solo, Jokowi sudah aktif di medsos. “Jumlahfollower Presiden Jokowi yang besar di medsos dikarenakan Jokowi menjadi idola anak-anak muda dan apa yang dilakukan Jokowi seperti membagi-bagikan sepeda atau kerap mengeluarkan vlog sangat ‘masuk’ dengan selera anak muda,” kata Ari.

Lebih jauh, dia mengatakan, apa yang dikenalkan Jokowi pun diminati anak-anak milenial atau tepatnya generasi Z yang aktif di media sosial. Misalnya jaket atau sepatu yang di pakai Jokowi pasti menjadi trending topic di medsos. Media sosial sangat efektif untuk gaya komunikasi keki nian mengingat segmen penduduk yang berusia milenial termasuk generasi Z yang lahir di periode 1994 hingga anak ABG menduduki lapis penduduk yang besar di Tanah Air.(Neneng Zubaidah/Rahmat Sahid)

(amm/Sindonews)