FSAI Short Film Competition 2018

• Monday, 9 Oct 2017 - 20:58 WIB

JakartaUntuk meluncurkan Kompetisi Film Pendek FSAI, Kedutaan Besar Australia, bersama dengan Institut Kesenian Jakarta mengadakan seminar di TOM Studio FFTV Institut Kesenian Jakarta.

Acara ini diisi oleh Arturo Guna Priatna selaku dosen di Institut Kesenian Jakarta. Bertujuan mengenalkan bagaimana komunitas dan industri film di Indonesia kepada mahasiswa institut kesenian jakarta, media, dan juga siswa SMK.

Indonesia memiliki industri film yang sangat besar. Kedubes Australia juga ingin mendorong anak muda Indonesia mengungkap bakat baru dalam pembuatan film, seperti Mahesa pemenang tahun lalu.

Mahasiswa film dan pembuat film independen memiliki kesempatan untuk menyempurnakan keahlian mereka dan bersaing untuk perjalanan ke Australia dengan mengikuti Kompetisi Film Pendek Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) perdana.

Kompetisi Film Pendek Festival Sinema Australia (FSAI) 2018 adalah tahun ketiga yang dilaksanakan Australia. Kompetisi Film Pendek (FSAI) menerima film berdurasi kurang dari 15 menit semua genre: animasi, fiksi, dokumenter, horor, komedi atau drama. Dengan persyaratan, karya mereka harus asli, tahun produksi minimal dari 2016, memiliki English subtitles jika berbahasa Indonesia.

Tujuh finalis akan dipilih oleh panel ahli dan kemudian diputar sebagai bagian dari Festival Kedutaan Australia Sinema Australia Indonesia pada bulan Januari 2018 (FSAI18). Pemenangnya, yang akan diumumkan di FSAI18, akan menerima tiket pulang pergi perjalanan ke Australia untuk menghadiri Melbourne International Film Festival selama satu minggu.

Informasi rinci tentang cara memasuki kompetisi dapat ditemukan di

 http://indonesia.embassy.gov.au/jakt/FSAI2018SFC.html.

(SHEILA)