Perayaan Hari Oeang, Sri Mulyani: Kita Pungut Pajak Bukan karena Hobi

• Wednesday, 25 Oct 2017 - 11:46 WIB

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan pentingnya keberadaan Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang berada di bawah Kementerian Keuangan agar penerimaan dapat diperoleh secara optimal.

Pada seminar bertema "Sinergi Reformasi Perpajakan dan Bea Cukai" dalam rangka peringatan Hari Oeang ke-71, Sri Mulyani menyatakan bahwa kedua institusi tersebut memiliki tanggung jawab besar untuk menopang kebutuhan negara, khususnya terkait APBN.

"Peranan Kementerian Keuangan sangat penting. Ditjen Pajak dan Ditjen Bea Cukai dua institusi yang bangun tulang punggung Republik ini. Dia sebagai pengelola keuangan negara yang punya tujuan kumpulkan penerimaan negara," katanya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (25/10/2017).

Sri Mulyani pun menekankan bahwa kedua institusi itu memungut pajak dan cukai dari masyarakat hingga pelaku usaha semata-mata adalah untuk menjalankan amanat Undang-undang Dasar (UUD) Republik Indonesia. "Semua diamanatkan oleh UUD kita untuk pungut pajak bukan karena hobi, tapi itu amanat UUD, dan dituangkan dalam UU yang atur cara memperoleh penerimaan negara," lanjutnya.

Kementerian Keuangan, lanjut Sri Mulyani juga punya tugas, selain mengumpulkan penerimaan negara, yakni melakukan pengelolaan keuangan yang jumlahnya besar diperuntukkan kementerian/lembaga (K/L), mulai dari lingkungan pusat hingga ke daerah.

Baca Juga: Terungkap! Ditjen Pajak Temukan Banyak Pemilik Perusahaan Pakai Nama Anonim
 

Oleh karenanya, sinergi antara Ditjen Pajak dan Ditjen Bea Cukai juga perlu ditingkatkan, karena dia merupakan salah satu institusi untuk mendukung hal tersebut di atas.

"Kita institusi yang tak boleh berhenti perbaiki diri. Sebagai institusi tak boleh berhenti melakukan reformasi. kalau ada yang katakan kita sudah cukup baik tak perlu reformasi dan perbaiki diri saya rasa oknum tersebut salah masuk institusi, karena institusi ini terus dihadapkan dan diharuskan untuk terus reformasi. Reformasi adalah nafas hidup kita," tandasnya.

(mrt) / (okezone.com)