IDI Wajibkan Dokter Berpegang Teguh Terhadap Kode Etik Dokter

• Tuesday, 28 Nov 2017 - 22:14 WIB

JAKARTA – Kasus yang menjerat Ketua DPR dan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto seakan tidak ada habisnya. Kemajuan teknologi dengan media sosial membuat berbagai kasus tersebut mengemuka. Salah satunya mempertanyakan sikap IDI (Ikatan Dokter Indonesia) sebagai organisasi profesi dokter terhadap tindakan dokter yang melakukan perawatan pada tersangka korupsi yang dipandang tidak sesuai.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menegaskan sebagai organisasi profesi dokter di Indonesia tetap mendorong agar seluruh dokter di Indonesia tetap mengacu kepada standar prosedur operasional yang didasarkan kepada perkembangan Iptek kedokteran terbaru serta mengutamakan keselamatan pasien (patient safety).

Menurut Ilham Oetama, penyimpangan praktik kedokteran tidak bisa disimpulkan hanya melalui foto yang beredar melalui sosial media. Pihaknya juga mewajibkan seluruh dokter di Indonesia untuk tetap berpegang teguh terhadap kode etik dokter.

"IDI perlu memastikan penyimpangan tersebut benar dilakukan oleh dokter atau ada pihak lain di fasilitas kesehatan yang melakukan hal tersebut kepada pasien. Oleh karenanya PB IDI menghimbau agar masyarakat tidak langsung menyalahkan dokter pada setiap kasus yang ada," katanya saat konferensi pers di kantor PB IDI Jakarta, Selasa (28/11/2017).

Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Pusat, Dr. Prijo Sidipratomo mengatakan terhadap dugaan penyimpangan praktik kedokteran yang dilakukan oleh dokter anggota IDI, PB IDI melalui MKEK ditingkat pusat telah berkoordinasi dengan MKEK ditingkat cabang dan wilayah untuk segara melakukan pemeriksaan terhadap dokter terkait.

"Pelanggaran yang dibuktikan melalui persidangan etik akan dijatuhi sanksi etik sesuai dengan berat/tidaknya pelanggaran. Jika terbukti bersalah maka sangsi terberat adalah pencabutan ijin praktek," jelasnya. (ANP)