Tingkatkan Pelayanan, BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Pusat Gandeng RS Umum Bunda Jakarta

• Monday, 18 Dec 2017 - 19:58 WIB

Jakarta - Dalam upaya meningkatkan kepuasan pelayanan kepada peserta dan memperluas mitra fasilitas kesehatan, BPJS Kesehatan Jakarta Pusat melakukan kerja sama dengan RS Umum Bunda Jakarta. Penandatanganan kerja sama ini ditandatangani  oleh drg. Bona Evita, AAK selaku Kepala Cabang BPJS Kesehatan Jakarta Pusat dan Nanik Indriani, SE selaku Direktur Utama PT BMHS  yang digelar di Ruang Auditorium lantai 8 RS Umum Bunda Menteng, Jakarta Pusat.

Laporan audited tahun 2016 memberikan gambaran bahwa program JKN-KIS sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. Ini terlihat dari pemanfataan kartu JKN KIS di tahun 2016 secara nasional sebanyak 177,8 juta kunjungan ke fasilitas kesehatan. Angka kunjungan ini terus meningkat dari tahun 2014 sebanyak 92,3 juta, dan tahun 2015 sebanyak 146,7 juta.  Total pemanfaatan tahun 2016  terdiri dari kunjungan ke fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas, klinik pratama, dan dokter praktek perorangan mencapai sekitar 120,9 juta kunjungan, untuk rawat jalan di poliklinik dan rumah sakit sebanyak 49,3 juta, dan rawat inap 7,6 juta.

Pertumbuhan jumlah peserta ini juga diiringi dengan pertumbuhan jumlah fasilitas kesehatan yang bekerjasama. Saat ini Kantor Cabang Jakarta Pusat telah bermitra dengan  92 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), yang terdiri atas 38 Puskesmas dan 54 Klinik Pratama yang terdiri dari 39 Klinik Pratama Swasta/BMUN/Pemerintah Daerah, 13 Klinik Pratama TNI, dan 2 Klinik Pratama POLRI. Selain itu, BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Pusat juga telah bekerja sama dengan 30 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang terdiri atas 24 Rumah Sakit (termasuk RS Umum Bunda Jakarta), 6 Klinik Utama, dan dengan 9 Apotek PRB, serta 10 Optik.

Diharapkan rumah sakit swasta memegang komitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat tanpa menarik biaya apapun, kecuali jika ada peserta naik kelas perawatan sehingga peserta itu harus membayar selisihnya.

“Kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak terhadap komitmen untuk menyukseskan Program JKN-KIS. Selain komitmen dalam bentuk pembiayaan serta perluasan akses pelayanan melalui penyediaan fasilitas kesehatan, ke depan kami harapkan peran pemerintah daerah juga makin dioptimalkan baik dari sisi kualitas dan mutu pelayanan kesehatan sehingga derajat kesehatan masyarakat semakin meningkat serta cakupan kepesertaan yang makin luas sehingga dapat terwujudnya Universal Health Coverage atau cakupan semesta di tahun 2019,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Pusat, Bona Evita. (ANP)