Jumanji: Welcome to the Jungle

• Wednesday, 20 Dec 2017 - 18:34 WIB

Genre: Komedi, petualangan

Sutradara: Jake Kasdan

Pemain: Dwayne Johnson, Jack Black, Kevin Hart, Karen Gillan, Nick Jonas

Durasi: Hampir 2 jam 

Distributor: Sony Pictures Entertainment

Mulai tayang di bioskop Indonesia: 20 Desember 2017

 

Aktor Dwayne Johnson menekankan semangat Jumanji yang mengalir melalui kelanjutan cerita "Jumanji: Welcome to the Jungle". Baginya dan generasi seusianya, Jumanji telah memenangkan semangat imajinasi yang menjadi tulang punggung dalam versi terbaru. 

"Kami ingin membawa semangat keajaiban itu, untuk mengatasi ketakutan dan menemukan siapa anda - semuanya terjalin melalui "Jumanji: Welcome to the Jungle". Terkadang, sebuah film dirilis sangat sesuai dengan anda, memiliki kualitas khusus untuk hal itu," kata Johnson. 

Salah satu kunci mencapainya adalah dengan pendekatan film baru sebagai sebuah kelanjutan, petualangan Jumanji lain dalam jagat yang sama dengan film pertama. "Kita semua memiliki cinta dan penghormatan yang luar biasa terhadap film asli. Saya selalu menjadi penggemar berat Robin Williams dan penampilannya dan film itu sangat berarti bagi saya dan keluarga saya saat itu. Jadi, saat hutan masuk ke dunia kita di Jumanji asli, kita masuk ke Jumanji di film ini," komentar Johnson yang juga eksekutif produser "Jumanji: Welcome to the Jungle".

Dalam "Jumanji" versi tahun 1995, Alan Parrish (Robin Williams) terjebak dalam permainan di hutan sebagai diri sendiri. "Jumanji: Welcome to the Jungle" menampilkan hal lain. Berhubung tahun telah berganti menjadi era video game, manusia masuk ke Jumanji sesuai pilihan avatar yang dipilihnya. 

Empat remaja: Spencer, Bethany, Fridge, dan Martha, yang bersifat berbeda-beda, tetapi terpaksa masuk ke dunia Jumanji. Mereka harus segera mencari cara bagaimana bekerja sama agar bisa bertahan dalam permainan menegangkan. 

Salah satu avatar yang tersedia, arkeolog dan petualang sejati, Dr. Smolder Bravestone. Jagoan tanpa rasa takut, cepat, tangkas, dengan kemampuan menggunakan beragam senjata, dilengkapi pesona 'tatapannya'. Kelemahannya? Tidak ada. Cocok dengan Dwayne Johnson yang memerankan Dr. Bravestone.

Namun di dalam fisiknya yang kekar, Dr. Bravestone sebenarnya adalah Spencer, penyuka game kutu buku yang culun. Sikap dan karakter Spencer sangat berbeda dengan fisik Dr. Bravestone. Kelucuan dan kekonyolan pun terpancing dari perbedaan tersebut.  

Begitu juga dengan tokoh-tokoh lain. Bethany yang merupakan ratu selfie sekaligus idola di sekolah, terjebak dalam fisik Dr. Shelly Oberon, ahli membaca peta, arkeolog, dan paleontolog. Dr. Shelly, diperankan komedian Jack Black, menampilkan perilaku remaja kekinian yang tak kalah memicu tawa. 

Sementara Fridge yang merupakan atlet football, memilih Franklin "Moose" Finbar, ahli zoologi dan pembawa senjata. Finbar diperankan oleh Kevin Hart, dengan kelemahannya termasuk kekuatan, kecepatan, dan kue. Meski Fridge terbiasa mengandalkan ototnya, tetapi di tubuh Finbar, dia harus menerima segala kelemahan dan kelebihannya, yaitu otak encer di bidang pengetahuan satwa.

Pemain keempat, Martha, antisosial yang tidak percaya diri, memilih master beladiri dan pembunuh ulung, Ruby Roundhouse. Seperti tokoh lain, Martha pun perlu beradaptasi dengan penampilannya. 

Saat mereka berusaha memenangkan permainan, level demi level, pemain kelima pun muncul. Telah terjebak selama 20 tahun, pemuda tahun 90-an bernama Alex diperankan oleh penyanyi Nick Jonas. Alex memainkan avatar seorang pilot Jefferson 'Seaplane' McDonough. Cerita tambah kompleks ketika Alex menyadari perbedaan generasi dengan keempat remaja dari masa kini. 

Kelimanya, kini menghadapi musuh ambisius di tengah belantara penuh kejutan. 

Berbeda dengan "Jumanji" sebelumnya yang menampilkan dua tokoh anak-anak, kini adegan dan canda untuk penonton dewasa mendominasi alurnya, menjadikan "Jumanji: Welcome to the Jungle" lebih pas sebagai nostalgia bagi penggemar yang menikmati "Jumanji" di masa kecilnya.

(MAR)