Downsizing, Dunia Berbeda dengan Masalah yang Sama

• Friday, 26 Jan 2018 - 16:30 WIB

Genre: Drama

Sutradara: Alexander Payne (The Descendants, Sideways).

Pemain: Matt Damon (The Martian, Good Will Hunting), Christoph Waltz (Inglorious Basterds, Django Unchained), Hong Chau (Inherent Vice, Big Little Lies),Kristen Wiig (The Martian, Bridesmaids).

Durasi: 2 jam 15 menit

Distributor: United International Pictures Indonesia

Mulai tayang di bioskop Indonesia: 2 Februari 2018

 

Film "Downsizing" mengajak penonton membayangkan apa yang terjadi, ketika masalah global pertambahan penduduk, berhasil diatasi. Ilmuwan Norwegia diceritakan mampu menyusutkan manusia sampai hanya setinggi 3 centimeter saja.

Dengan begitu, manusia tak lagi membutuhkan ruang yang luas, tak lagi membuang sampah yang banyak, dan tak perlu makan sajian terlalu besar. Dalam dunia mini, kehidupan mewah bisa dijangkau dengan harga murah.

Janji atas kehidupan yang lebih baik, membuat Paul Safranek (Matt Damon) dan istrinya Audrey (Kristen Wiig) tertarik dengan konsep 'downsizing' (penyusutan) untuk meninggalkan dunia orang normal, yang penuh dengan utang, keterbatasan, dan problem khas kaum menengah di wilayah tengah AS, Omaha. 

Cukup dengan modal yang mereka miliki, Paul dan Audrey akan menjalani penyusutan, proses yang tak bisa dikembalikan, sekaligus perubahan, pertaruhan, dan petualangan terbesar dalam kehidupan mereka. Artinya, mereka pun harus siap berpisah dengan keluarga dan teman-teman. 

Konflik mulai datang ketika mereka menyadari, penyusutan bukanlah solusi atas segala masalah. Baik masalah dunia, maupun problem pribadi, sama-sama tak bisa teratasi dengan satu jalan keluar.

Audrey menyadarinya sejak awal. Sementara Paul terlanjur masuk ke dunia orang kecil. Dia harus beradaptasi, menerima resiko atas keputusannya sendiri, dan mulai menemukan keindahan di dalamnya.

Lewat adegan dan percakapan pemancing tawa, "Downsizing" mampu menghibur saat para tokohnya terkagum-kagum dengan kehidupan di dunia mini. Misalnya, saat manusia pertama kali berbincang dengan orang mini, ketika dunia mini juga penuh dengan kemiskinan dan kelas-kelas yang tak terhindarkan, atau ketika bunga mawar menjadi sangat indah dengan ukuran normal.

Memberi pesan moral yang mendalam tentang problem sederhana sehari-hari, film ini pada dasarnya menampilkan ide cerita menarik, yang asyik diikuti sampai akhir.

(MAR)