Film Nasional Bantu Tingkatkan Minat Generasi Muda Terhadap Kain Tradisional

• Thursday, 22 Mar 2018 - 19:04 WIB

SEJAK batik dinyatakan sebagai salah satu warisan budaya Indonesia oleh UNESCO pada 2009, popularitas kain tradisional Nusantara pun mulai dikenal di seluruh dunia. Tren batik bahkan sempat digandrungi oleh para tokoh-tokoh dunia, mulai dari Nelson Mandela, Barack Obama, Bill Gates, hingga Bill Clinton.

Perkembangan industri fesyen di dalam negeri pun mulai menunjukkan geliatnya. Kain tradisional tidak lagi dianggap sebagai benda kuno yang hanya digunakan oleh para orang tua. Saat ini, sebagian besar generasi muda Indonesia juga sudah mulai tertarik untuk mengenakannya sebagai busana sehari-hari.

Menurut pengakuan Panitia Pameran Adiwastra Nusantara 2018 bidang Pameran, Djojo Gazali, ada beberapa faktor yang berhasil menarik perhatian generasi muda untuk mengeksplorasi lebih jauh kekayaan wastra Indonesia. Salah satunya adalah pengaruh dari film-film nasional yang sempat booming beberapa tahun lalu, salah satunya seperti film yang dibintangi Dian Sastrowardoyo.

Film drama yang disutradarai oleh Riri Riza itu memang menampilkan beberapa scene menarik, termasuk ketika tokoh Cinta yang diperankan Dian Sastro terlihat mengenakan selendang bermotif etnik khas Indonesia.

"Sampai saat ini, saya masih terkesima melihat seorang publik figur dapat meningkatkan minat masyarakat khususnya generasi muda, untuk mengenakan dan mencintai kain tradisional. Merekalah yang dapat membantu melestarikan wastra adati kita," tutur Djojo, dalam konferensi pers Adiwastra Nusantara 2018, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Rabu 21 Maret 2018.

(Dian Sastro mengenakan selendang batik/ Screenshoot film AADC/Ist)

Jika ditelisik lebih jauh, meningkatnya popularitas kain tradisional juga tak luput dari perkembangan digital yang semakin pesat. Munculnya start-up, ecommerce, hingga toko-toko online di media sosial dinilai memiliki peranan penting dalam memberikan opsi kepada para konsumen.

"Saya senang sekarang sudah banyak pengusaha-pengusaha muda yang turut meramaikan industri fesyen Tanah Air. Buktinya, untuk acara Adiwastra Nusantara 2018 mendatang, terdapat 30 start-up muda yang ikut serta dari total 450 peserta pameran," papar Djojo.

Hal senada juga diakui oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I, I Gde Pitana Brahmanada. Menurutnya kekayaan wastra Indonesia bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara maupun penduduk lokal untuk mengunjungi daerah-daerah penghasil kain tradisional.

"Selama ini kita hanya membeli kain tanpa melihat langsung proses pembuatannya. Tapi kalau mendatangi langsung lokasi pembuatannya seperti di Sumba, Nusa Tenggara Timur, wisatawan bisa mendapatkan informasi dan pengalaman tak terlupakan. Pasalnya, setiap daerah memiliki cara tersendiri dalam memproduksi kain tradisional," tukas Pitana.

(ndr/okezone.com)