Vaksin HPV Mampu Tekan Angka Kanker Serviks hingga 84 Persen

• Thursday, 19 Apr 2018 - 14:47 WIB

KABAR terkait kanker serviks bisa dicegah dengan vaksin HPV (human Papiloma Virus) belakangan ini mulai sering terdengar di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya di kota besar seperti Jakarta. Namun, kesadaran dan keengganan kaum Hawa untuk memvaksin diri sendiri dan anak-anak perempuannya masih minim.

Padahal, manfaat vaksin HPV sudah banyak dibuktikan oleh banyak negara di dunia dan mampu mengurangi atau menekan angka pasien pengidap kanker serviks. Misalnya, di Australia yang angka pengidap kanker serviksnya turun hingga 50 persen, Kanada, dan Swedia yang turun sampai dengan 80-84 persen, setelah melakukan vaksin HPV secara nasional.

"Vaksin HPV sebenarnya bukanlah vaksin baru, tapi sudah ada satu dekade lebih. Namun, masih ada orang bilang vaksin baru, padahal sudah terbukti manfaat dan keamanannya, juga banyak yang pakai," papar dr. Kristoforus Hendra Djaya, SpPD, dalam acara Diskusi Media Ayo Vaksin HPV, di Jakarta Pusat, Kamis (19/4/2018).

 

(Foto: Ist)

Lebih lanjut, masih dalam pemaparan dr. Kristo, saat ini sudah ada dua kanker yang bisa dicegah dengan vaksin. Selain kanker serviks, kanker hati juga bisa dicegah dengan melakukan vaksin.

"Ada dua kanker yang sudah bisa dicegah dengan vaksin, yaitu kanker hati dan kanker serviks. Kanker serviks sendiri sudah jadi nomor 2 di dunia setelah kanker payudara, setiap dua menit wanita meninggal di dunia karena kanker serviks. Di Indonesia angkanya setiap satu jam wanita meninggal," imbuhnya.

Padahal, dulu angka pasien yang meninggal itu dalam satu hari 22 orang yang meninggal. Tapi seiring dengan berjalannya waktu justru kian naik hingga sekarang 26 orang dalam satu hari.

"Untuk kanker serviks pada 2008-2012 negara kita menempati peringkat satu kanker serviks terbanyak di Asia. Pada 2008 data kanker serviks di Indonesia pasiennya mencapai 13.762 orang dengan kasus kematian mencapai 7.493 orang. Pada 2012 angkanya meningkat jadi 20.928 orang dan sebanyak 9.498 yang meninggal," ungkap dr. Kristo.

Pemberian vaksin HPV bisa mulai dilakukan sejak anak perempuan berusia 10 tahun, hingga wanita berusia 55 tahun, kecuali ibu hamil. Pada anak perempuan, pemberian vaksin dilakukan dua kali, dan berefek pada menguatnya antibodi dalam tubuh.

"Selagi masih anak-anak divaksin, jangan tunggu sampai virusnya masuk dulu. Efikasi vaksinasi HPV ini 90-99 persen. Pada anak-anak efikasinya mencapai 99 persen, karena belum berhubungan seks," ucap dr. Kristo.

(dno)