Truth or Dare: Permainan Memilih Hidup atau Mati

• Sunday, 29 Apr 2018 - 13:17 WIB

Genre: Supernatural thriller
Sutradara: Jeff Wadlow (Kick-Ass 2, Cry Wolf)
Pemain: Lucy Hale (Pretty Little Liars), Tyler Posey (Teen Wolf)
Durasi: 1 jam 40 menit
Distributor: United International Pictures Indonesia
Mulai tayang di bioskop Indonesia: 2 Mei 2018

 

Jika anda bermain truth or dare dengan teman-teman, apa yang biasanya anda pilih: kebenaran atau keberanian?

Film bergenre horror ini akan menantang keberanian. Mungkin permainan truth or dare sudah tidak asing bagi kita, namun ini berbeda.

Permainan yang paling disukai ketika kumpul bareng ini, menawarkan pilihan untuk jujur atau menantang. Tetapi dalam film, permainan ini tidaklah mengasyikan, namun justru berujung pada kematian. 

Awalnya, permainan itu dimainkan oleh Olivia ketika dia dan kawan-kawannya berlibur ke Meksiko. Bermula dari bersenang-senang, pertanyaan truth or dare itu satu-satu dilontarkan oleh lawan mainnya. Tetapi tak disangka, hal itu malah mengubahnya menjadi petaka. Bagaimana tidak, permainan itu rupanya tidak selesai sampai di situ. 

Pada permainan ini ternyata ada makhluk supranatural, yang selalu menghantui Olivia dan teman-teman. Peraturan pada permainan ini adalah setiap dia yang memulai permainan ini, dia juga yang harus mengakhiri.

Tunggu saja giliran pertanyaan truth or dare akan menghampiri teman-teman Olivia. Sangat menengangkan. Bahkan Olivia dan teman-temannya harus mengikuti peraturan pada permainan itu. Jika tidak, pilihan itu akan membuat dirinya mati.

Dalam pertemanan harus ada kejujuran dan kesetian. Namun saat dilontarkan pertanyaan, Olivia menjawab truth, ternyata kejujuran itu membuat pertemanan Olivia hancur.

Kejujuran itu membuat hati teman Olivia merasa sakit hati dan merasa dikhianati teman sendiri. Tetapi memang harus jujur. Sosok astral itu ada di mana-mana dan selalu datang kapan saja. Tinggal tunggu saja gilirannya. Jika memilih kejujuran tetapi berbohong, maka nyawa hukumannya.

Permainan ini lama-lama menegangkan  dan makhluk gaib itu terus menghantui Olivia. Banyak keganjalan dalam permainan ini. Dengan pertanyaan truth or dare satu persatu, nyawa teman-temannya hilang. Akankah Olivia akan bernasib sama dengan teman-temannya. Atau berhasil lolos dari permainan itu?

Sutradara Jeff Wadlow berharap, penonton menikmati Truth or Dare, dengan rasa takut, sambil tertawa, dan tergugah. “Kami ingin penonton secara emosional terikat dengan tokoh-tokohnya, dan saat film berakhir, penonton merasa telah menjadi saksi atas permainan truth or dare terbaik.”

Sementara bagi Produser Jason Blum, “Blumhouse’s Truth or Dare” merupakan contoh sempurna tentang apa yang penting dalam produksi berbiaya rendah. Menurutnya, ketika cerita, pemain, dan sutradaranya bagus, ketakutan menjadi kurang penting. Yang membuat film menyeramkan adalah apa yang hadir di antara ketakutan, bukan sepenuhnya takut itu sendiri.

“Apa yang dilakukan sutradara Jeff, seperti juga sineas bagus lain yang pernah bekerja sama dengan kami, adalah memastikan cerita yang hadir di antara ketakutan. Itulah nilai lebihnya, dan ceritalah yang membuat kengerian benar-benar terasa.”

Jason Blum merupakan produser spesialis horor dengan budget relatif rendah, di antaranya: The Purge, Insidious, SinisterParanormal Activity, dan Happy Death Day. Dua film Blumhouse Productions, yang didirikan Jason, pernah menghiasi nominasi Academy Awards, yaitu Whiplash dan Get Out.

(GIT)