Kebakaran di Malabar Tewaskan Seorang Bocah

• Thursday, 3 May 2018 - 17:49 WIB

BANDUNG - Kebakaran hebat di kawasan padat penduduk, Gang Karees Kulon, RT 03/06, Kelurahan Malabar, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (3/5/2018), tak hanya menghanguskan 30 rumah warga. Seorang bocah, Surya (6), ditemukan tewas.

Jasad Surya ditemukan dengan tubuh telah hangus terbakar di dalam kamar mandi. Upaya pencarian terhadap korban berlangsung selama tiga jam dari pukul 12.00 sampai 15.00 WIB, setelah petugas damkar selesai melakukan pendinginan. Tim pencari yang terlibat, Satuan Satwa (K9) Brimob Polda Jabar dan anggota Dinas Kebakaran dan Penangulangan Bencana (DKPB) Kota Bandung.

Saat jasad korban Surya dievakuasi, tangis histeris pecah. Keluarga korban menangis. "Korban Surya tertimbun material bangunan semipermanen setinggi satu meter. Posisinya di dalam kamar mandi. Kondisi jasad sudah tidak bisa dikenali karena hangus," kata Yudiana, ketua keamanan RW 05 Kelurahan Malabar.

Dia mengatakan, sebelum kebakaran, korban Surya sedang bermain dengan pamannya Rendi (12) di lantai 2 rumah semipermanen. Saat api berkobar, Rendi berhasil menyelamatkan diri, sedangkan korban Surya bersembunyi di kamar mandi. 

"Kemungkinan korban tak bisa lari karena api dari bagian bawah rumah sudah terbakar, sehingga korban berusaha menyelamatkan diri di kamar mandi," ujar Yudiana di lokasi kebakaran.

Menurut dia, saat awal kebakaran terjadi, warga tak tahu ada anak yang terjebak di rumahnya. Kabar korban Surya hilang tersiar setelah tiga jam upaya pemadaman. Kemudian tim DKPB dan Brimob melakukan penyisiran menggunakan anjing pelacak ke lokasi rumah korban.

Kepala DKPB Kota Bandung Ferdi Ligaswara menuturkan, berdasarkan pendataan petugas DKPB, jumlah rumah yang terbakar sebanyak 30 unit. Rumah itu ditempati oleh sekitar 43 kepala keluarga (KK). Jadi ada satu rumah yng ditempat oleh dua KK atau lebih. 

Selain itu, peristiwa ini juga menyebabkan tiga petugas damkar dan dua warga menderita luka bakar dan tersengat listrik. Petugas tersengat listrik saat awal pemadaman. Jika tak segera dipadamkan, kondisi akan lebih parah sehingga petugas maju terus. 

"Untuk sementara, warga yang kehilangan rumah akan menempati masjid. Kami akan bekerja sama dengan RT dan RW untuk mendata dan mencari warga yang dikabarkan hilang," ujar dia.

Ferdi menuturkan, kawasan Karees Kulon merupakan kawasan padat penduduk. Di lokasi kebakaran, terdapat 400 rumah berimpitan yang sebagian besar semipermanen. 

"Beruntung kami bisa cepat melokalisasi kebakaran sehingga api tak merembet ke rumah lain. Upaya pemadaman berlangsung cepat, hanya satu setengah jam. Yang lama itu pendinginan karena walaupun api sudah padam, bara api di bagian bawah harus dihilangkan agar api tak lagi membesar," tutur Ferdi.

(zik)/Sindonews