Hati-Hati, Punya Rumah di Pinggir Jalan Tingkatkan Potensi Anak Terkena Asma

• Friday, 4 May 2018 - 09:53 WIB

SIAPA sih yang tidak mau punya rumah di pinggir jalan? Selain praktis dan mudah dijangkau, punya rumah di pinggir jalan akan mempermudah kita yang memiliki kendaraan pribadi. Sayangnya, tidak selamanya punya rumah di pinggir jalan menguntungkan.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Beth Israel Deaconess Medical Center, keluarga yang tinggal di pinggir jalan, anak-anaknya memiliki tiga kali kemungkinan terkena asma pediatrik, dibandingkan dengan anak-anak yang tinggal lebih jauh dari jalan.

Para dokter menyebutkan bahwa asap dan polusi dapat menyebabkan serangan asma di antara anak-anak dan orang dewasa. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa paparan polusi jangka panjang dari kendaraan secara signifikan dapat meningkatkan risiko asma pediatrik, terutama pada anak usia dini.

Mary B. Rice mengatakan, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa anak-anak yang berusia 7 hingga 10 tahun yang tinggal dekat dengan jalan raya dan terpapar polusi udara, memiliki fungsi paru-paru yang lebih rendah. "Kami menduga bahwa paparan ini juga akan dikaitkan dengan asma pediatrik," katanya seperti dilansir dari thehealthsite.

Rice dan rekannya menganalisis data dari 1.522 anak di daerah Boston yang lahir antara 1999 dan 2002 yang ibunya telah mendaftarkan diri dalam studi jangka panjang yang disebut Project Viva, yang didirikan untuk memeriksa bagaimana perilaku dan lingkungan, seperti waktu tidur dan kebiasaan makan atau paparan polusi yang mempengaruhi kesehatan anak-anak.

Sebagai bagian dari Project Viva, para ibu memberikan informasi medis, sosio-ekonomi dan demografi yang komprehensif, termasuk alamat tempat tinggal. Dia dan rekannya menggunakan teknologi pemetaan, untuk menentukan jarak antara setiap rumah dan jalan raya terdekat.

Para peneliti juga menghubungkan alamat rumah ke data sensus dan data atmosfer, yang didapat dari satelit, untuk menghitung paparan partikel halus (Particulate Matter/PM), sebuah partikel kecil di udara yang bisa mengendap di kantung terminal paru-paru.

PM halus berasal dari pembakaran bahan bakar, pembangkit listrik, dan sumber polusi lainnya. Tim peneliti juga memeriksa paparan harian anak-anak terhadap jelaga, komponen PM halus, yang juga dikenal sebagai karbon hitam.

Selain itu, bahan bakar fosil yang dikeluarkan dari mesin (terutama diesel) dan pembangkit listrik, juga menghasilkan karbon hitam yang dikenal sebagai karsinogen dan penyumbang potensial untuk perubahan iklim.

Analisis lebih lanjut dari data geografis dan kuesioner yang dilakukan lewat Project Viva, mengungkapkan pola mencolok yakni mereka yang tinggal di dekat jalan raya telah mengalami asma di masa kanak-kanaknya.

“Anak-anak yang tinggal kurang dari 100 meter dari jalan utama memiliki hampir tiga kali kemungkinan asma. Dibandingkan dengan anak-anak yang hidup lebih dari 400 meter dari jalan utama,” kata Rice.

"Bahkan di wilayah Boston, di mana tingkat polusi relatif rendah dan dalam standar Badan Perlindungan Lingkungan, polusi yang berhubungan dengan lalu lintas tampaknya meningkatkan risiko asma pada masa kanak-kanak", tambah Rice.

Paparan dari karbon hitam dan PM halus juga memberikan andil asma pada anak usia dini, usia 3 hingga 5 tahun, tetapi pada pertengahan masa kanak-kanak, usia 7 hingga 10 tahun, polutan ini dikaitkan dengan asma hanya di kalangan perempuan.

(mrt)/Okezone