Madu Bisa Jadi Pertolongan Pertama Atasi Batuk Pilek pada Anak-Anak

• Wednesday, 9 May 2018 - 17:16 WIB

PERUBAHAN cuaca yang cukup ekstrem, memang membuat daya tahan tubuh semakin berkurang. Seiring dengan menurunnya imunitas tersebut, batuk dan pilek pun mulai melanda.

Namun, kita tentu tidak mau menggunakan sembarang obat untuk menangani masalah kesehatan tersebut. Apalagi, jika anak kita yang terkena batuk dan pilek.

Nah, jika Anda tidak mengobati pilek dan batuk anak dengan obat, maka Anda bisa menggunakan bahan alami untuk menggantinya, dan salah satu yang disarankan adalah madu. Madu diklaim telah menjadi obat yang efektif untuk mengobati pilek dan batuk pada anak-anak.

Image result for food honey

(Foto: NDTV Food)

Melansir thehealthsite, Rabu (9/5/2018), ada penelitian yang menunjukkan bahwa madu dapat digunakan sebagai obat untuk mengobati serangan demam dan batuk musiman pada anak-anak.

Meskipun pasti tidak dapat berfungsi sebagai obat untuk menghalau masalah batuk kronis, tetapi dapat memberi bantuan pada gejala batuk. Sebuah penelitian yang dilakukan pada 2016, dan diterbitkan dalam jurnal Pediatric Child Health, menunjukkan bahwa menggunakan madu sebagai obat lebih baik daripada tidak ada perawatan atau plasebo, karena dapat meringankan gejala.

Namun, penelitian ini tidak dapat menilai efek madu pada 'durasi batuk' karena periode observasi benar-benar pendek. Meski demikian, madu dipercaya dapat mencegah pertumbuhan bakteri, virus dan ragi, serta mengurangi peradangan.

Selain itu, madu juga memiliki efek menenangkan dan sifat antioksidan. Inilah yang mungkin mendasari kenapa madu bisa digunakan sebagai pertolongan pertama pada anak-anak yang menderita batuk dan pilek.

Image result for food honey

Sebuah studi yang diterbitkan pada 2014 di jurnal Canadian Family Physician, mengatakan madu dapat mengobati batuk dan pilek, karena satu dosis madu dapat mengurangi sekresi lendir dan mengurangi batuk pada anak-anak.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti mencampurkan madu pada 500 ml air, air dengan madu buckwheat, teh hitam, teh hitam dengan gula, atau teh hitam dengan madu buckwheat pada 25 pria sehat. Madu pun menunjukkan efek demulen yang baik dan sifat antioksidan, dan meningkatkan pelepasan sitokin, yang mungkin memiliki efek antimikroba.

Studi ini pun merekomendasikan mengonsumsi madu 2,5 ml sebelum tidur untuk anak-anak berusia lebih dari 1 tahun, jika mereka memang sedang terserang batuk dan pilek. Meski demikian, madu bukanlah obat yang disarankan untuk bayi. Ada laporan bahwa madu dapat menyebabkan botulisme karena gangguan pencernaan pada bayi.

Image result for food honey

(Foto: RealFoodForLife)

ahli naturopath dan ahli gizi, Dhvani Shah, mengatakan madu dapat digunakan sebagai bahan alami untuk mengobati batuk musiman, namun bukan batuk kronis. Madu dapat digunakan dalam kombinasi dengan rempah-rempah atau herbal lain untuk mendapatkan hasil terbaik.

Untuk mengobati batuk kering, kombinasi madu dan jahe bekerja dengan baik. Tetapi jika seseorang memiliki dahak dan lendir maka madu dengan kunyit memberi banyak kelegaan. Madu selalu berfungsi dengan baik, bila dikombinasikan dengan rempah lainnya.

(mrt)