Ini Kisah Pendaki yang Turun dari Merapi Melalui Jalur Selo

• Friday, 11 May 2018 - 17:30 WIB

BOYOLALI - Ratusan orang pendaki Gunung Merapi sudah turun dari puncak gunung teraktif di Indonesia itu, Jumat (11/5/2018) siang. Mereka turun sendiri melalui jalur pendakian Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. 

Ada belasan orang pendaki yang mengalami luka ringan akibat terjatuh saat berlari menyelamatkan diri. Setibanya di Selo, para pendaki yang terluka langsung diperiksa oleh tim medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali. 

Informasi yang dihimpun wartawan menyebutkan, saat terjadi letusan, ratusan pendaki tersebar di beberapa tempat. Sebagian sedang ngecamp di Pasar Bubrah dan sejumlah pendaki lainnya sedang berada kawasan puncak Gunung Merapi. 

Bahkan saat terjadi letusan, ada beberapa pendaki yang sempat mengabadikan semburan asap putih tebal yang muncul dari kawah Gunung Merapi. Setelah muncul getaran yang cukup kencang dan kepulan asap semakin tebal, mereka panik dan langsung berlari turun. 

Hal sama juga dialami para pendaki yang berada di Pasar Bubrah. Mereka ketakutan dan langsung berhamburan menuju jalur pendakian dan berlari turun. 

"Beberapa menit sebelum terjadi letusan, saya dan rombongan sebanyak enam orang sudah selesai packing dan persiapan turun. Tiba-tiba asap putih tebal muncul dari kawah Merapi. Kami pun panik dan langsung berlari menuju jalur pendakian dan turun," kata Dedi Sutejo pendaki asal Yogyakarta di Selo, Boyolali, Jumat (11/5/2018).

Dia menuturkan, sebelumnya tidak ada tanda-tanda bahwa Gunung Merapi akan meletus. Bahkan saat terjadi letusan, para pendaki yang ngecamp di Pasar Bubrah tidak merasakan getaran. "Saya tidak merasakan getaran. Tapi teman yang berada di puncak merasakan getaran," ucapnya.

(wib) / Sindonews