Cuti Bersama Lebaran, BNI Tetap Buka

• Thursday, 2 Aug 2012 - 09:36 WIB

Jakarta - Bank Negara Indonesia (BNI) memastikan tetap melayani nasabahnya pada hari libur bersama (17 Agustus 2012-22 Agustus 2012) Lebaran 1433 H. BNI memberikan pelayanan dengan operasional terbatas selama 4 hari.

Hanya pada libur 17 Agustus dan 1 Syawal. Honggo Widjojo Kangmasto, Direktur Jaringan dan Layanan BNI menuturkan, jenis layanan yang diberikan diantaranya semua transaksi kas (IDR), pemindah bukuan antar rekening BNI dan setoran pertamina (BBM dan Non BBM).

"Dengan tetap membuka layanan, BNI ingin mendukung kegiatan ekonomi di hari libur dapat tetap berjalan. Layanan dimaksud antara lain dalam hal layanan pembayaran Pertamina untuk mendukung kelancaran mendukung kelancaran distribusi BBM," kata Honggo.

Adapun outlet yang tetap beroperasi ini diutamakan outlet yang berada di pusat kegiatan ekonomi seperti mall, pasar, bandara, pelabuhan, stasiun kereta dan lainnya. Untuk hari sabtu dan minggu, semua BNI Weekend Banking (68 outlet) tetap beroperasi. Untuk setor tunai juga dapat dilayani melalui mesin setoran tunai di 67 lokasi.

Sedangkan untuk melayani kebutuhan uang tunai, Suwoko Singoastro, Direktur Operasional dan Teknologi Informasi BNI mengatakan, BNI akan menambah persedian uang tunai yang akan dipasok ke 7.164 ATM dan 1.533 outlet cabang BNI di seluruh Indonesia dengan jumlah sebesar Rp 24,48 triliun.

Persedian uang tunai ini untuk mengantisipasi kebutuhan nasabah selama periode 21 hari, mulai 5 Agustus 2012 (H-15) hingga 27 Agustus 2012. "Peningkatan kebutuhan uang tunai terbesar diperkirakan terjadi pada pelan ke 3 dan 4 Ramadhan dimana banyak pencairan THR serta persiapan lebaran," ujarnya.

Sebelumnya, proyeksi Bank Indonesia menyebutkan kebutuhan uang tunai masyarakat Indonesia menjelang hari raya Idul Fitri 2012 mencapai Rp 89,38 triliun atau naik 11,3 persen dibandingkan dengan tahun 2011.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Ronald Waas menuturkan, untuk uang pecahan besar di atas Rp 20.000, BI memperkirakan masyarakat membutuhkan Rp 81,12 triliun, sedangkan untuk pecahan kecil Rp 8,26 triliun. "BI sudah meminta agar Perum Percetakan Uang RI bekerja lebih banyak pada periode ini untuk memastikan kebutuhan masyarakat akan uang tunai terpenuhi," kata Ronald. (ARS/MKS)