Dompet Dhuafa, PKPU dan Rumah Zakat Bersatu Bantu Rohingya

• Friday, 3 Aug 2012 - 09:25 WIB

Jakarta - Tiga lembaga kemanusiaan Indonesia, Dompet Dhuafa, PKPU, dan Rumah Zakat bersinergi untuk bersama-sama membantu minoritas muslim Rohingya yang kondisinya sangat memprhatinkan. Ketiga lembaga ini akan mengirimkan tim kemanusiaan dan tenaga medis untuk membantu minoritas muslim Rohingya yang saat ini berada di pengungsian, perbatasan Myanmar-Bangladesh.

Direktur Program Dompet Dhuafa, Muhammad Thoriq mengatakan saat ini tengah disiapkan keberangkatan tim kemanusiaan dan tenaga medis baik dari Dompet Dhuafa, PKPU dan Rumah Zakat ke kamp pengungsi di Chitagong Bangladesh. “Insya’Allah jika tidak ada halangan tim akan diberangkatkan Sabtu pekan ini,” ungkapnya di Jakarta, Kamis (3/8).

Sedikitnya dana sebesar Rp1 miliar disiapkan untuk disalurkan kepada minoritas muslim Rohingya. “Alhamdulillah banyak masyarakat yang merespon atas kondisi saudara-saudara kita, muslim Rohingya.”

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Rumah Zakat Indonesia Nur Efendi mengatakan, selain menyalurkan bantuan bersama, Rumah Zakat bersama Dompet Dhuafa dan PKPU juga melakukan kampanye bersama untuk menggalang kepedulian masyarakat atas nasib yang dialami minoritas muslim Rohingya saat ini.

“Permasalahan Rohingya adalah masalah kita semua. Sebagai sesama muslim dan sesama umat manusia mereka adalah saudara kita. Permasalahan yang mereka alami adalah masalah kita juga,” tegasnya.

Efendi menambahkan, ketiga lembaga tersebut masih akan terus melakukan kampanye untuk menggugah kepedulian masyarakat agar membantu minoritas muslim Rohingya. “Saat ini mereka tertindas di negeri sendiri dan terkatung-katung di negeri orang,” tukas Efendi.

Hal senada disampaikan Direktur Pendayagunaan PKPU Tomy Hendrajati, ia mengimbau agar masyarakat di seluruh dunia menunjukkan simpati dan kepeduliannya kepada minoritas muslim Rohingya. Menurutnya,  penindasan yang dialami muslim Rohingya sangat mengoyak rasa kemanusiaan umat Islam khususnya, dan umat manusia pada umumnya.

“Kami mendesak agar PBB segera mengambil tindakan dan menegakkan hukum internasional untuk mengatasi masalah kemanusiaan yang dialami Muslim Rohingya ini,” tukas Tomy. (IMR/MKS)