Pemerintah Menginstruksikan Untuk Perpanjang Masa Operasi Bandara

• Monday, 6 Aug 2012 - 12:39 WIB

Jakarta - Dalam rangka menghadapi arus mudik dan balik lebaran 2012, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bakti telah menginstruksikan kepada manajemen PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II untuk memperpanjang batas waktu operasi bandara.
 
Hal ini terkait dengan banyaknya maskapai penerbangan dalam dan luar negeri yang mengajukan penambahan penerbangan (extra flight) dari kota-kota besar ke sejumlah daerah. Karena waktu yang diberikan untuk penerbangan tambahan biasanya diatas pukul 21.00 WIB.

Jika penerbangan tambahan dari kota besar seperti Jakarta dan Surabaya diberikan setelah pukul 21.00 WIB, dengan masa penerbangan sekitar 1 jam hingga 1,5 jam, berarti bandara itu harus tetap buka pukul 22.00 hingga 22.30 WIB. Apabila bandara tujuan menggunakan waktu Indonesia tengah atau timur, berarti bandara tersebut harus tetap buka hingga tengah malam.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bakti mengatakan, batas waktu pembukaan bandara harus disesuaikan dengan maskapai yang mengajukan penerbangan tambahan jam berapa pesawat akan tiba di kota tersebut.
 
Data yang diperoleh dari Ditjen Perhubungan Udara hingga tanggal 3 Agustus 2012, tercatat enam maskapai penerbangan domestik yang sudah mengajukan penerbangan tambahan, yaitu Garuda Indonesia, Metro Batavia, Air Asia Indonesia, Kalstar Air, Travel Express dan Lion Air. Sementara itu 13 maskapai penerbangan lainnya masih belum mengajukan penerbangan tambahan. Dengan 21 Jumlah rute penambahan pada 17 kota.

Beberapa rute favorite yang banyak diminati oleh maskapai penerbangan untuk penerbangan tambahan antara lain Jakarta-Jogjakarta, Jakarta-Padang, Jakarta-Pontianak, Jakarta-Surabaya, Balikpapan-Surabaya dan Makasar-Surabaya.

Total tambahan frekuensi penerbangan tambahan periode H-7 hingga H+7 sebanyak 488 penerbangan dengan kapasitas penumpang 181.712 penumpang. Jika ditambah dengan penerbangan reguler yang selama ini sudah dilayani oleh maskapai, pada periode tersebut terdapat 6.533 frekuensi penerbangan dengan kapasitas  2.126.146 penumpang. (ANP/MKS)