Kerugian Materi Akibat Pembangunan Sutet

• Tuesday, 7 Aug 2012 - 15:32 WIB

Yogyakarta - Akibat pembangunan sutet, puluhan warga Binjai dan Langkat mengalami kerugian materi mencapai ratusan juta rupiah.

Kerugian yang mereka alami seperti hilangnya harga jual tanah dan rumah karena tidak ada orang yang mau membeli bangunan di wilayah pembangunan saluran udara tegangan ekstra tinggi atau sutet. Tidak hanya itu pihak bank pun tidak bersedia memberikan pinjaman kepada warga dengan anggunan rumah dan tanah mereka.

Menurut Noto, salah seorang masa yang berunjuk rasa ke kantor PLN unit Induk Pembangunan Jaringan Sumatera-i, hari ini bila hujan disertai petir turun maka percikan api dari kabel sutet yang menggantung jatuh ke menimpa pemukiman warga.

Belum lagi tanaman warga untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari – hari juga rusak dan mati. Selain itu, pembangunan sutet juga berdampak buruk bagi kesehatan warga meskipun dalam jangka waktu yang panjang.

Belum lagi WHO pernah mempublikasikan penelitian dampak sutet terhadap kesehatan akibat radiasi elektromagnetik seperti gangguan pada sistem saraf, darah, reproduksi dan lain-lain.

Hal inilah yang dikhawatirkan warga Langkat dan Binjai selama puluhan tahun yang hidup dibawah bayang – bayang bahaya sutet.

Sementara itu, janji PLN untuk mengganti rugi tanah dan rumah warga tidak juga dipenuhi hingga sampai saat ini. Tidak kunjung mendapat ganti rugi atas pembangunan sutet, ratusan warga mendatangi kantor PLN Unit Induk Pembangunan Jaringan Sumatera-i.

Ratusan warga dari Kabupaten Langkat dan Kota Binjai mengeluhkan segala dampak yang ditimbulkan pembangunan saluran udara tegangan ekstra tinggi atau sutet di wilayah tempat tinggal mereka, baik itu secara lingkungan maupun dampak panjang bagi kesehatan mereka. (Fahrizal/MKS)