Ini Alasan Menteri Agama Nonaktifkan Dua Pejabatnya Yang Terlibat Kasus Korupsi Al Quran

• Tuesday, 7 Aug 2012 - 20:25 WIB

Jakarta - Pasca penonaktifan dua pejabat di kementeriannya, Menteri Agama Suryadharma Ali beralasan hal itu dilakukan agar keduanya dapat berkonsentrasi menyelesaikan kasus dugaan korupsi pengadaan Al Qur'an di Kementerian Agama.

"Kenapa mereka diberhentikan supaya mereka bisa konsentrasi menyelesaikan persoalan di KPK bukan dinyatakan dia bersalah, bukan tetapi karena mereka sering dipanggil sekarang maka kita berikan waktu supaya bisa berkonsentrasi menyelesaikan persoalan di KPK,"kata Surya usai menerima Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla di kantornya, Jakarta, Selasa (7/8).

Dua pejabat Kementerian Agama yang dinonaktifkan yaitu Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Ditjen Bimas Islam Kemenag, Ahmad Jauhari, dan Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Abdul Karim.

"Ini merupakan pengusutan internal yang dilakukan Irjen Kemenag,"jelasnya.

Meski telah menonaktifkan kedua pejabatnya, Surya meminta agar azas praduga tidak bersalah untuk dikedepankan. "Kita lihat perkembangan hukumnya seperti apa, dan belum bisa nyatakan dia bersalah atau tidak bersalah,"sebutnya.

Dalam kesempatan ini, Surya menolak berkomentar seputar pernyatataan Wamenag Nazarudin Umar bahwa ia bertanggung jawab dalam kasus pengadaan Al Quran tersebut. "Itu tanya sama Pak Wamen, saya tidak mengerti saya tidak mau menanggapi sesuatu yang tidak mengerti,"terangnya. (IMR/MKS)