Presiden akan Buka MTQ Internasional dan Kongres JQH NU

• Friday, 29 Jun 2018 - 19:46 WIB

JAKARTA - Jamiiyatul Qurro wal Huffadz (JQH) PBNU akan menggelar Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) antar Pondok Pesantren se Indonesia dan Kongres ke V JQH Nahdlatul Ulama (JQH NU) pada 11-15 Juli 2018 mendatang di Pondok Pesantren Asy Sidiqiyah 3 Karawang, Jawa Barat.

"Insyaallah Presiden Jokowi akan membuka acara," ujar Ketua Umum JQH PBNU, Dr KH Abdul Muhaimin Zein, saat jumpa pers di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (29/7)

Menurut Abdul Muhaimin Zein, tujuan diadakannya MTQ pertama, meningkatkan kecintaan dan semangat mempelajari, 1 memahami dan mengamalkan ajaran Al-Quran. Kedua, melestarikan tradisi MTQ yang telah dirintis oleh Nahdlatul Ulama. Ketiga, meningkatkan hubungan silaturrahmi di antara penghafal dan pencinta Al-Quran di Indonesia dan masyarakat internasional. Keempat, mengembangkan dan mempromosikan minat dan bakat anggota Jam’iyyatul Qurra Wal Huffazh Nahdlatul Ulama dalam bidang Al-Quran dan kelima melakukan regenerasi dan mengoptimalkan kinerja Jam’iyyatul Qurra Wal Huffazh Nahdlatul Ulama.

MTQ dan Kongres sedianya akan digelar di Sulawesi, karena terdapat kendala sehingga batal, demikian pula Jawa Timur dan Kalimantan yang menemui hambatan. Menurutnya, mengapa kongres JQH harus ada MTQ tujuannya adalah untuk mempertahankan aset PBNU. "Mengapa tuan rumahnya di Jawa Barat, karena awalnya MTQ di Jabar," ujar Kiai Muhaimin

Ia menjelaskan, sekitar tahun 70 an, NU sudah menyelenggarakan MTQ kali pertama di Indonesia. Pasca itu, munculah MTQ wartwan, korpri, MTQ antar ponpes sampai MTQ pemerintah. "Padahal, semua itu cikal bakalnya dari NU," ungkapnya

Mengapa alasan MTQ penting dilakukan NU, karena menurut Kiai Muhaimin, karena banyak kelompok yang dengan sengaja ingin mengaburkan sejarah bahwa MTQ bukan berasal dari NU. "Nah ada upaya untuk menghilangkan aset NU ini. Makanya jangan sampai MTQ asli milik NU ini harus di pertahankan," tegasnya

Sedangkan Ketua Panitia MTQ dan Konres Saefullah Ma'sum, mengatakan persiapan acara sudah 90 % baik ditingkat pusat maupun di daerah tempat acara. Untuk rincian kesiapannya, bahwa peserta MTQ internasional akan ditempatkan di Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyah 4 yang jaraknya sekitar 1 kilometer dari Pondok Pesantren Ash-Shiddqiyah 3. Pesantren Ash-Shiddiqiyah juga menyiapkan setidaknya 10 rumah warga sebagai tempat penginapan jika dibutuhkan. "Insyaallah dukungannya cukup bagus dari masyarakat sekitar," ujarnya

Untuk rapat, tuan rumah menyediakan tiga ruangan dengan kapasitas 400, 300, dan 100 orang di Ash-Shiddiqiyah 3 dan satu ruang rapat di Ash-Shiddiqiyah 4 dengan kapasitas 150 orang. Pesantren Ash-Shiddqiyah telah berkoordinasi dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Karawang demi lancarnya kongres V JQH NU.

Guna menjaga keamanan, PCNU Kabupaten Karawang siap mengerahkan personel Banser dan Pagarnusa dengan jumlah personil 150 orang Banser dan 100 dari Pagarnusa.

"Mulai dari pintu keluar tol Cikampek sampai pertigaan dan perempatan, kami akan tempatkan Banser," lanjutnya agar peserta tidak tersesat. Selain itu, pesantren tentu saja akan berkoordinasi dengan pihak TNI dan Polri serta karang taruna setempat.

Tuan rumah juga sudah menyiapkan alat transportasi untuk penjemputan. Baik mobil pribadi, elf, hingga bus, dan 30 sepeda motor. "Tempat parkir pun telah pesantren siapkan di beberapa titik yang mampu menampung ratusan kendaraan," ungkapnya

Untuk suksesnya acara, Ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan khususnya panitia MTQ dan kongres untuk selalau siap sekaligus semangat dalam mensukseskan acara lima tahunan tersebut. (ANP)