Menristekdikti Berikan Penghargaan Sinta Award

• Wednesday, 4 Jul 2018 - 22:29 WIB

JAKARTA - World Class University (WCU) menempatkan publikasi ilmiah sebagai salah satu indikator dalam melakukan pemeringkatan perguruan tinggi di seluruh dunia. Sejalan dengan itu, jurnal ilmiah Indonesia terus mengalami peningkatan baik yang terakreditasi nasional maupun bereputasi Internasional. Sebagai apresiasi terhadap upaya yang dilakukan dalam mendorong peningkatan publikasi dan jurnal, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menyelenggarakan Acara Pemberian Penghargaan Sinta (SINTA AWARD) di Jakarta, tanggal 4 Juli 2018.

Menritekdikti Mohamad Nasir, menjelaskan sampai tanggal 22 Juni 2018, publikasi ilmiah Indonesia di tingkat ASEAN berdasarkan data di Scopus sebanyak 12.233, menduduki posisi ke dua setelah Malaysia sebanyak 12.492 dan sudah melampaui Singapura sebanyak 9.543.

“Publikasi ilmiah saat ini memegang peranan sangat penting sebagai bukti pertanggung jawaban ilmiah hasil penelitian sehingga dapat dikenal luas secara global, ”tegas Menristekdikti, Mohamad Nasir.

Peningkatan ini adalah dampak dari kebijakan - kebijakan yang telah ditetapkan sebelumnya untuk mendukung peningkatan publikasi dan jurnal. Kebijakan yang telah dibuat oleh Kemenristekdikti, diantaranya: persyaratan menghasilkan artikel ilmiah yang telah dimuat dalam jurnal ilmiah terakreditasi bagi setiap jenjang jabatan fungsional dosen, peneliti, guru, widyaiswara, perekayasa serta fungsional lainnya. Selain itu, persyaratan serupa diperlukan untuk mempertahankan tunjangan kehormatan jabatan Guru Besar dan Lektor Kepala sesuai dengan Permenristekdikti Nomor 20 Tahun 2017. Artikel ilmiah juga menjadi salah satu persyaratan kelulusan bagi mahasiswa magister dan doktor dalam standar nasional pendidikan tinggi.

Di samping kebijakan, beberapa instrumen untuk mendukung kebijakan juga telah dibuat, seperti:

1.      Sinta: Science and Technology Index, untuk memudahkan pendataan publikasi dan karya dari dosen, peneliti, institusi, dan jurnal di Indonesia sehinga dapat diukur kinerjanya.

2.      Arjuna: Akreditasi Jurnal Nasional, merupakan layanan pengajuan akreditasi jurnal ilmiah secara daring, sehingga mempercepat proses pengajuan dan penilaian jurnal ilmiah.

3.      Garuda: Garba Rujukan Digital, merupakan layanan bagi dosen, peneliti dan mahasiswa untuk dapat mengakses seluruh dokumen lengkap jurnal yang terbit di Indonesia.

4.      Rujukan (Rumah Jurnal Keilmuan), merupakan layanan pengelolaan aplikasi penerbitan jurnal secara elektronik (e-journal) diselenggarakan atas kerjasama LIPI dan Kemenristekdikti untuk memfasilitasi pengelola jurnal yang memerlukan infrastruktur server dan aplikasi pengelolaan penerbitan jurnal.

Wujud nyata Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dalam mendorong peningkatan publikasi dan jurnal dengan memberikan hibah dan insentif dengan jumlah: Rp. 28.769.350.000, ke dalam 9 kategori yang meliputi Bantuan Akses Database Jurnal Internasional, Bantuan Seminar Luar Negeri, Bantuan Konferensi Ilmiah Internasional, Insentif Artikel Terbit Pada Jurnal Internasional (IAJI), Hibah Penulisan Buku Ajar, Insentif Buku Ajar Terbit, Bantuan Pengelolaan Jurnal Elektronik, Insentif Jurnal Terakreditasi, dan Insentif Jurnal Terindeks Internasional Bereputasi.

Pemberian Sinta Award diberikan dengan 20 kategori yang dibuat berdasarkan pelaksanaan kebijakan yang dilakukan oleh stakeholders dari perguruan tinggi serta lembaga penelitian dan pengembangan. Penghargaan tersebut diberikan kepada dosen, peneliti, institusi dan jurnal yang telah menunjukkan prestasi yang nyata dalam peningkatan publikasi dan jurnal ilmiah.

“Sampai 26 Juni 2018 telah terdaftar lebih dari 109. 000 dosen. 4.530 lembaga, 2.066 jurnal, 9.905 buku dan 1.445 kekayaan intelektual yang sudah masuk terindeks di Sinta berdasarkan hasil verifikasi, akreditasi dan evaluasi,” kata Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kemristekdikti, Muhammad Dimyati,

Sinta dalam kurun satu tahun telah mengalami perkembangan yang cukup pesat, dari sisi kuantitas dan kualitas. Integrasi data yang sebelumnya hanya dilakukan dengan Google Scholar dan Scopus, ditingkatkan dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia untuk buku, Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual untuk paten dan hak cipta, serta Orchid dan Web of Science untuk publikasi internasional.

“Saya ucapkan selamat, semoga dapat menjadi pemacu dan pemicu dosen, peneliti, institusi, dan pengelola jurnal untuk terus meningkatkan kuantitas dan kualitas publikasi ilmiah baik secara nasional maupun internasional," tutup Nasir. (ANP)