Susu Kental Manis Tak Dianjurkan untuk Balita

• Monday, 9 Jul 2018 - 14:19 WIB

JAKARTA - Sebagian masyarakat kerap memberikan susu kental manis kepada balita. Hal ini seakan sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan setiap hari. Sayang, hal tersebut tidak dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Terkait kebiasaan ini, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Kirana Pritasari menjelaskan susu kental manis sama sekali tidak dianjurkan dikonsumsi setiap hari apalagi untuk balita. Susu kental manis juga tidak memenuhi nutrisi.

Untuk memenuhi nutrisi kebutuhan balita, seharusnya memperhatikan kecukupan gizi. Sementara pada susu kental manis terlalu banyak mengandung gula dan lemak yang melebihi kebutuhan balita.

''Kalau anak banyak (konsumsi) gula dia nanti akan kurang makan makanan yang lain, padahal dia butuh (selain gula) protein. Ini yang kita hindari,'' jelas Kirana.

Secara program, Kemenkes telah mensosialisasikan aturan angka kecukupan gizi dan isi piringku. ''Kalau orang tua ini kurang informasi tentang kecukupan gizi anak, mereka bisa salah. Kami akan memperluas informasi mengenai pemberian makanan pada bayi dan anak,'' paparnya.

Oleh karena itu, Kirana mengimbau kepada masyarakat khususnya para orang tua untuk lebih memahami bahwa susu kental manis bukan susu yang harus dikonsumsi setiap hari karena mengandung banyak gula dan lemak. Sedangkan yang dibutuhkan oleh anak adalah susu yang mengandung banyak protein.

''SKM (susu kental manis) bisa dikonsumsi untuk makanan yang sifatnya tidak pokok. Jadi untuk kecukupan gizinya diusahakan mengurangi konsumsi SKM. SKM hanya dikonsumsi sebagai pelengkap makanan seperti topping dan tidak dikonsumsi secara sering,'' tutup Kirana.

(tdy)