Kembalinya Si Pembalas Dendam dalam The Equalizer 2

• Monday, 13 Aug 2018 - 18:05 WIB

Genre: Action, crime
Sutradara: Antoine Fuqua (The Equalizer, The Magnificent Seven)
Pemeran:  Denzel Washington, Pedro Pascal, Ashton Sanders, Bill Pullman, Melissa Leo
Distributor: Sony Pictures
Durasi: 2 jam
Mulai tayang di bioskop Indonesia: 15 Agustus 2018

Jika diberikan kesempatan kedua, pilihlah yang baik, jangan yang buruk. 

Aktor senior Denzel Washington kembali dipercaya beraksi dalam sequel The Equalizer (2014), The Equalizer 2. Masih dengan stop watch-nya, tokoh utama Robert McCall (Washington) selalu menghitung berapa detik ia membunuh semua lawannya, setelah memberikan kesempatan pada lawannya untuk melakukan hal baik. 

McCall kini dikisahkan menjadi sopir taksi online. Di sela-sela pekerjaannya, McCall tak sengaja bertemu teman-teman lama saat berprofesi sebagai agen pembunuh untuk kepentingan pemerintah. Namun, semua berubah saat teman terdekatnya terbunuh. Dapatkah McCall membalas dendam? 

Jika anda memiliki masalah dan tak tahu harus ke mana, Robert McCall si pembalas dendam, penyeimbang kebaikan dan keburukan, the Equalizer adalah jawabannya. Dia telah dipukuli, dieksploitasi, ditindas demi tegaknya keadilan. Namun, sekarang dia membutuhkan segala kemampuannya untuk menyamakan kedudukan. Dia harus berhadapan
dengan pembunuh terlatih yang tak mau berhenti menghancurkan McCall. 

Untuk pemeran utama Denzel Washington, Robert McCall merupakan tokoh sederhana. "Dia bersembunyi di tampilan biasa, sebagai orang biasa," kata peraih dua piala Oscar tersebut. Yang luar biasa, The Equalizer 2 adalah sequel pertama bagi karier Denzel selama 40 tahun. 

"Kegembiraan bagi saya ketika melakukan sesuatu yang baru. Melalui naskah, teritori baru dengan relasi bersama Susan (karakter Melissa Leo), hubungan dengan anak muda bernama Miles (Ashton Sanders). Film ini merupakan perjalanan personal bagi McCall karena mengenai kejadian terkait orang yang diijinkan masuk ke kehidupannya. Dia orang yang tak mengijinkan siapa pun masuk ke kehidupannya, tetapi sekarang, ketika membuka diri ke sejumlah orang, hasilnya tak bagus," jelas Denzel.

Sementara sutradara Antoine Fuqua menyebut Robert McCall bagaikan malaikat kegelapan. "Saya pikir orang menyukai ide, mitos, bahwa seseorang seperti Robert McCall memang ada. Dia adalah angel yang diharapkan bisa datang dan menghadirkan keadilan bagi siapa saja yang berhak," kata Fuqua. 

Sineas yang berkali-kali bekerja dengan Denzel Washington di Equalizer pertama, The Magnificent Seven, dan Training Day itu, juga tak pernah sama sekali membuat film lanjutan sebelumnya. Namun menurut Fuqua, waktunya sudah tepat untuk membuat sequal bagi Equalizer karena beberapa alasan. "Saya pikir, Denzel menikmati skenario dan misteri
Robert McCall. Kami juga bersenang-senang dengan Robert McCall saat pembuatan film pertama. Dia unik dan Denzel selalu mencari sesuatu yang berbeda dari dirinya, dalam arti serupa," tambah Fuqua.

Demi membawa penonton ke dunia Robert McCall, Fuqua menggunakan teknik yang disebutnya "Equalizer-vision". Fuqua menerangkan, "Jantung Robert melambat, pupilnya membesar, lebih banyak cahaya membuat penglihatannya lebih tajam. Ia menjadi lebih sadar akan segala sesuatu di sebuah ruangan. Kekerasan adalah zona nyaman baginya. Dia adalah seorang yang dapat langsung menilai ruangan - dia tahu titik lemah lawan, dia tahu di mana senjata-senjata berada. Dan semuanya adalah senjata: pulpen, kertas, clipboard."

Dalam film The Equalizer 2 ini, disisipkan juga unsur komedi yang berkelas di balik sosok misterius McCall. Dalam segi penyuntingan, cut to cut yang apik memberikan kita efek tegang saat McCall sedang beraksi. Efek suara dan musik juga sangat jernih, seakan kita berada di dalam film bersama tokohnya. Color grading-nya pun enak dilihat, menyegarkan mata dan sesuai dengan adegan. Teknik pengambilan gambar yang bervariasi akan membuat anda tidak bosan dalam menonton The Equalizer 2.

(RIZ)