Kasus PLTU Riau-1, Eni Saragih: Kalau Dipakai Munaslub Golkar Mohon Kembalikan

• Thursday, 27 Sep 2018 - 15:08 WIB

JAKARTA - Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih meminta Golkar agar kembalikan uang hasil korupsi proyek PLTU Riau-1. Sementara ini Golkar masih mengembalikan Rp700 juta yang disinyalir digunakan untuk kegiatan Musyawarah Nasional Luar (Munaslub) Desember 2017 silam.

"Kalau digunakan untuk Munaslub Golkar atau untuk kegiatan Golkar, ya Golkar saya mohon untuk dikembalikan," kata Eni di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (2/9/2018).

BERITA TERKAIT+

frame frameborder="0" height="1" id="google_ads_iframe_/7108725/Desktop-Detail-Parallax_0" name="google_ads_iframe_/7108725/Desktop-Detail-Parallax_0" scrolling="no" title="3rd party ad content" width="1">

Diketahui, Eni menerima Rp2 miliar dari suap kesepakatan kontrak kerjasama pembangunan PLTU Riau-1, kala itu ia sebagai Bendahara Munaslub sehingga sebagian uangnya digunakan acara tersebut. Hanya saja ia tidak menyebutkan berapa total yang mengalir ke partai besutan Airlangga Hartarto itu.

Eni mengaku sedang mencicil mengembalikan uang yang diterimanya dari pemegang saham Blackgold Natural Recourses Limited Johannes B Kotjo kepada penyidik KPK. Sejauh ini Eni baru menyerahkan Rp500 juta.

"Mungkin besok saya juga akan mengembalikan uang yang mungkin saya terima pernah dari pak Johannes Kotjo. (Jumlahnya) belum, tunggu infonya besok, yang pasti berusaha saya cicil dan Insya Allah semua yang pernah saya terima," pungkasnya.

Sekedar informasi, setidaknya ada tiga tersangka dalam kasus suap proyek PLTU Riau-1 itu. Selain Eni Saragih, yakni Idrus Marham dan Bos Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo.

Adapun Eni Saragih, diduga bersama-sama Idrus menerima hadiah atau janji dari Kotjo. Eni diduga menerima uang sebesar Rp6,25 miliar dari Kotjo secara bertahap, uang itu adalah jatah untuk memuluskan perusahaan Kotjo menggarap proyek senilai USD900 juta.

Penyerahan uang kepada Eni Saragih dilakukan secara bertahap dengan rincian Rp4 miliar sekitar November-Desember 2017 dan Rp2,25 miliar pada Maret-Juni 2018‎. Idrus juga dijanjikan mendapatkan jatah yang sama jika berhasil meloloskan perusahaan Kotjo.

(Sumber :Okezone.com)