Keputusan Yusril Dukung Jokowi Harus Jadi Pelajaran Kubu Prabowo

• Tuesday, 6 Nov 2018 - 08:54 WIB

JAKARTA - Keputusan Yusril Ihza Mahendra menjadi pengacara Pasangan Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin disarankan menjadi pelajaran bagi Koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Sebab, 'Yusril-yusril' yang lain dianggap bakal muncul jika Koalisi Prabowo-Sandiaga terus merasa pintar sendiri atau hebat sendiri.

"Saya kira kubu Prabowo harus belajar betul dari kasus Yusril ini. Jika mereka terus merasa pintar sendiri, merasa hebat sendiri, merasa bisa sendiri, pelan tapi pasti mungkin saja akan muncul 'Yusril-yusril' yang lain," ujar Direktur Sinergi masyarakat untuk demokrasi Indonesia (Sigma) Said Salahudin, Senin (5/11/2018).

Said mengaku tidak terkejut dengan sikap Yusril yang memilih menjadi pengacara Jokowi-Ma'ruf. "Saya kira itu menjadi pilihan dia yang paling realistis," kata Dewan Pakar pada Pusat Konsultasi Hukum Pemilu ini.

Sebab, kata Said, sejak awal Yusril sebenarnya sudah berusaha menunjukkan sikap untuk mendukung Prabowo Subianto. "Tetapi kubu Prabowo sepertinya tidak menganggap Yusril sebagai faktor yang penting," jelasnya.

Dia pun memberikan contoh ketika partai yang dipimpin Yusril, Partai Bulan Bintang (PBB) mengalami permasalahan dalam proses verifikasi partai politik calon peserta Pemilu. Kata dia, kelompok pendukung Prabowo bersikap cuek sebagaimana pengakuan Yusril.

"Begitu pula pada saat dilakukan pembahasan mengenai calon pendamping Prabowo, Yusril dan partainya juga seolah dianggap tidak penting. Menurut Yusril PBB kala itu tidak diajak bicara," imbuhnya.

Bahkan, dia mendengar Yusril dan PBB dalam perjalanannya seperti ditinggalkan oleh kubu pasangan Prabowo-Sandi. Padahal, lanjut dia, Yusril dan PBB sebetulnya punya kecenderungan untuk mendukung pasangan Prabowo-Sandi sebagaimana gelagar politik yang ditunjukkan.

"Tetapi orang kan juga punya harga diri. Kalau dia sudah berusaha menunjukkan sikap untuk mendukung, tetapi jika pihak yang ingin didukung ternyata tidak responsif, bahkan seperti menyepelekan begitu, ya susah juga," tegasnya.

 

Source: sindonews