Pentingnya Hidrasi Sehat Sebagai Investasi Kesehatan di Masa Depan

• Wednesday, 7 Nov 2018 - 18:48 WIB

Jakarta -  Untuk meningkatkan pengetahuan tentang manfaat air dan hidrasi sehat, berdasarkan kajian ilmiah terkini, Indonesian Hydration Working Group (IHWG),salah satu kelompok kerja ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) menyelenggarakan The 2ndIndonesian Hydration & Health Conference (IH2C) pada hari ini, Rabu 8 November 2018. Acara ini, yang juga didukung oleh PT. Tirta Investama(Danone-AQUA), merupakan rangkaian IHWG Week yang diselenggarakan di kampus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tanggal 6-8 November 2018.

Terdapat serangkaian acara ilmiah dalam IHWG Week seperti program Meet The Expert, Masterclass dan The 2ndIH2C yang  diperuntukkan bagi dokter serta tenaga medis lainnya dari berbagai universitas di Indonesia.  Selain pakar kesehatan dari dalam negeri, IHWG Week dan The 2nd IH2C juga menghadirkan pakar kesehatan hidrasi internasional yaitu Professor Stavros Kavouras dari Arizona State University, USA, Professor Ivan Tack dari Toulouse School of Medicine Paul Sabatier University, France,Dr Joan Gandy dari Inggris, dan pakar dari China Prof Guansheng Ma.

Kegiatan ini merupakan wujud dari visi dan misi IHWG yang baru merayakan ulang tahunnya ke-6 pada tanggal 10 Oktober lalu.  IHWG memiliki misi untuk meningkatkan ilmu pengetahuan mengenai hidrasi (advancing in Hydration Sciences) dan membagi pengetahuan terkait hidrasi dan kesehatan (sharing in Hydration knowledge).  Selain itu, IHWG juga ingin berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidrasi atau air bagi kesehatan, kebugaran terutama pengaruhnya terhadap kognisi dan kesehatan ginjal.  

Secara definisi, hidrasi sehat adalah kecukupan volume air dalam tubuh yang disesuaikan antara kebutuhan dan karakteristik cairan (kimia/fisik/biologi), sehingga tidak menimbulkan gangguan kesehatan. Oleh karena itu salah satu yang menjadi bahasan dalam konferensi ini adalah kebiasaan masyarakat Indonesia dalam memenuhi cairan tubuhnya.  Dalam publikasi Liq.in 7 (European Journal of Nutrition) tahun 2018 menunjukkan bahwa sebanyak 78% anak-anak, 79% remaja, 72% dewasa dari total 3644 partisipan telah tercukupi kebutuhannya cairannya.  Dalam pemenuhan cairan tersebut, air putih adalah kontributor total asupan cairan untuk seluruh umur (76-81%).  Namun, masyarakat Indonesia masih tinggi dalam mengkonsumsi minuman bergula yang ditunjukkan sebanyak 24% anak, 41% remaja, dan 33% dewasa mengonsumsi ≥ 1 porsi (250mL) minuman bergula per hari. 

Professor di bidang Nutrisi dari Arizona State University, AS, Prof Stavros A. Kavouras mengatakan bahwa hasil penelitian Liq.in 7 tersebut memperlihatkan masyarakat Indonesia sudah memiliki kesadaran  dalam memenuhi hidrasi sehat.  “Total asupan cairan masyarakat Indonesia sudah meningkat, tetapi hal tersebut diiringi juga dengan peningkatan asupan minuman bergula.  Asupan minuman bergula yang berlebihan dapat secara signifikan meningkatkan risiko obesitas, diabetes mellitus dan dapat menyebabkan penyakit lain seperti ginjal,” katanya.  

Sementara itu, Ketua Departemen Medical Physiology di Toulouse School of Medicine, Paul Sabatier France University, Prof Ivan Tack, mengatakan bahwa kebiasaan minum air yang sehat dapat menjaga kesehatan ginjal. “Minum air paling sedikit 2 liter atau 8 gelas bagi orang dewasa dapat membantu mencegah penyakit batu ginjal, infeksi kandung kemih dan dapat membatasi perkembangan (progresi)dari penyakit ginjal akut,” ujarnya.

Ketua IHWG, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG(K), MPH, mengatakan bahwa kesadaran masyarakat di Indonesia terhadap pentingnya minum air masih sangat dipengaruhi oleh letak geografis dan status sosioekonomi, dan juga tersedianya akses air minum yang aman.  Untuk mendorong perilaku masyarakat dalam memenuhi hidrasi sehat tersebut, IHWG beserta dengan PT. Tirta Investama (Danone-AQUA) dan Kementerian Kesehatan mengembangkan bebagai program untuk meningkatkan kesadaran akan hidrasi sehat yang dapat membantu perubahan perilaku hidup yang lebih sehat seperti penelitian, advokasi dan edukasi kepada masyarakat dengan program Ayo Minum Air (AMIR). 

“Melalui program AMIR, kami berupaya untuk membiasakan perilaku minum air yang sehat kepada para siswa/i sekolah dasar dengan menyediakan gelas dan air saat makan siang di sekolah, selain itu kebiasaan perilaku siswa akan berubah bila di rumah pun juga menerapkan yang sama, sehingga penting kerjasama guru dan orangtuanya. 

Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG (K), MPH menegaskan kembali bahwa dibutuhkan kolaborasi berbagai pihak untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan perubahan perilaku dalam pemenuhan hidrasi sehat.  “Pemerintah, akademisi, komunitas, dan sektor swasta perlu terus berkolaborasi secara berkelanjutan untuk mengedukasi masyarakat dan mendorong kebiasaan mereka minum air guna meningkatkan taraf kesehatan di Indonesia terutama yang terkait kognisi anak dimana dengan hidrasi yang baik akan membantu meningkatkan konsentrasi belajar di sekolah. “Karena itu intervensi pada anak sejak awal untuk berperilaku yang benar tentang hidrasi sangat dibutuhkan, agar di masa mendatang mereka akan terus melakukan kebiasaan baik ini, untuk mengurangi risiko dampak negatif yang timbul akibat kurangnya pemenuhan hidrasi yang sehat .” Tutupnya.  

Hydration Science Director PT. Tirta Investama (Danone-AQUA), Dr. Tria Rosemiarti mengatakan, Danone-AQUA berkomitmen, bersama dengan IHWG dan Universitas Indonesia, dan mengajak pula beberapa universitas lain di Indonesia untuk membantu meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebiasaan minum air yang sehat di Indonesia. Salah satunya adalah melalui kerja sama kami dalam program AMIR (Ayo Minum Air), yang didukung oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dan diselenggarakan di berbagai kota di seluruh Indonesia.

"Kami berharap konferensi IH2C dan program AMIR ini akan menciptakan dampak positif untuk mendorong kebiasaan minum air yang sehat, terutama pada anak-anak, dan tentunya meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia,”  kilahnya.

Selain itu, berdasarkan research yang dilakukan oleh Danone Research, hidrasi sehat menunjang kualitas hidup dengan mendukung fungsi kognitif seperti konsentrasi dan fungsi visual serta menurunkan risiko terhadap penyakit tidak menular seperti diabetes, batu ginjal dan lainnya  (ANP)