Orangtua Harus Waspada, Ini Pemicu Gangguan Ginjal pada Anak

• Tuesday, 13 Nov 2018 - 22:58 WIB

JAKARTA - Anak-anak dapat saja mengalami gagal ginjal dari mulai kondisi akut sampai kronik. Banyak penyebabnya tapi jarang diketahui para orangtua, sehingga akhirnya kondisi si anak menurun.

Gagal ginjal pada anak membuat fungsi ginjal menurun, karena terjadi kerusakan pada organ vital dalam tubuh itu. Saat anak mengalami gangguan ginjal akut merujuk pada kondisi, yang mana ginjal anak mengalami kerusakan fungsi secara mendadak.

Konsultan Nefrologi Anak dr Eka Laksmi Hidayati, SpA(K) menjelaskan, penyebab gangguan ginjal akut biasanya karena penyumbatan sistem penyaringan ginjal oleh sel darah merah yang hancur. Adae juga masalah trauma luka bakar, dehidrasi, pendarahan, cidera atau operasi.

"Kemudian, anak dengan gangguan ginjal kronik akan mengalami penurunan fungsi penyaringan kotoran, kontrol jumlah air dalam tubuh, serta kadar garam dan kalsium dalam darah," ujar dr Laksmi, ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (13/11/2018).

Pasien anak tersebut akan mengalami kondisi penurunan fungsi ginjal secara bertahap. Biasanya selama kurun waktu tiga bulan atau lebih.

Sayangnya, bila tak segera ditangani bisa membuat zat-zat sisa metabolisme, yang tidak berguna akan tetap tinggal, lalu mengendap dalam tubuh anak. Lambat laun dapat membahayakan kondisi kesehatan anak.

Pria yang Kelaminnya Remuk Dikunyah Bulldog Awalnya Olesi Selangkangan dengan Selai Kacang

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan dr Cut Putri Arianie, MH, Kes, mengatakan, sangat penting bagi para orangtua untuk mengenali faktor risiko, serta gejala gangguan ginjal pada anak.

"Deteksi dini rutin itu penting, karena faktor risikonya selain genetik, gaya hidup juga pengaruh. Kami sarankan orangtua bisa kendalikan asupan makanan," terangnya.

Jangan banyak berikan anak makanan atau minuman mengandung banyak gula. Porsi sayuran dan buah cukup, minum air putih cukup, aktivitas fisik cukup, olahraga juga penting dilakukan anak-anak.

Sementara itu, dr Cut Putri Arianie MHKes,Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) mengatakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya gangguan ginjal pada anak, Kementerian Kesehatan RI mengadakan serangkaian kegiatan promotif dan preventif meliputi sosialisasi dan diseminasi informasi tentang gangguan ginjal pada anak, serta pencanangan Gerakan Ayo Minum Air (AMIR).

Kementerian Kesehatan memberikan himbauan kepada seluruh pihak termasuk media, swasta dan masyarakat untuk dapat berpartisipasi dan mendukung upaya pencegahan dan pengendalian gangguan ginjal pada anak.

"Kementerian Kesehatan juga mendorong Kementerian dan lintas sektor terkait lainnya untuk meningkatkan kerja sama dalam mengatasi masalah kesehatan sehingga semua kebijakan yang ada berpihak pada kesehatan," tutup dia. (ANP)