Profesor Ngadino Surip Resmi Jabat Sebagai Rektor UMB

• Friday, 16 Nov 2018 - 18:57 WIB

JAKARTA - Setelah memimpin selama dua periode 2014-2018, Dr. Arissetyanto Nugroho, MM akhirnya resmi digantikan oleh Prof. Dr. Ngadino Surip sebagai Rektor Universitas Mercu Buana (UMB). Acara serah terima jabatan untuk posisi rektor baru tersebut dilakukan di Aula Gedung Rektorat Lantai 2 Universitas Mercu Buana Kampus Meruya Jakarta Barat, Kamis (15/11/2018).

 

Prof. Dr. Ngadino Surip mengatakan, sebagai rektor baru dirinya berharap segala hal yang selama ini baik akan terus dijaga. Serta memperbaiki beberapa hal yang sepatutnya dilakukan.

 

“Marilah bersama-sama mempererat kerjasama lintas unit dan seluruh sivitas Universitas Mercu Buana. Karena soliditas organisasi adalah kekuatan melewati segala tantangan ke depan,” ujar Rektor lulusan ITS ini.

 

Ia mengharapkan seluruh sivitas akademika UMB tetap fokus dan kreatif dan mendorong tercapainya akreditasi institusi, akreditasi fakultas serta akreditasi internasional. UMB juga selalu mengutamakan kekeluargaan dan musyawarah dalam menyelesaikan berbagai persoalan. Ini penting untuk menjaga dinamika internal.

 

Mantan Wakil Rektor bidang Pembelajaran, Ristek dan Kemahasiswaan UMB ini memastikan upaya procedural akan selalu ditempuh. Hal tersebut sebagai langkah membangun keharmonisan internal. Keharmonisan internal adalah kekuatan untuk menjawab berbagai hambatan dan tantangan di masa depan.

 

Program E-learning

 

Prof Dr Ngadino Surip mengatakan, dalam masa kepemimpinannya empat tahun ke depan, secara struktur akan dibagi menjadi tiga tahapan.

 

Tahapan pertama adalah pemantapan tahap awal, yakni lebih membangun infrastruktur internal, termasuk akreditasi program studi, memiliki guru besar yang cukup, lektor kepala yang cukup. Kemudian kaitannya dengan kualitas dosen yang memadai dan mengikuti perkembangan Revolusi Industri 4.0.

 

"Dan setelah pada tahapan pemantapan awal, pada 2019-2020 kita melakukan tahapan menengah, dimulai setelah infrastruktur internal itu sudah kita stabilkan. Pada periode itu kita sudah masukkan infrastruktur eksternal, yaitu berkaitan dengan kerja sama luar negeri, kemudian kaitannya dengan riset-riset yang bertaraf internasional," jelasnya

 

Lanjut Ngadino, setelah infrastruktur eksternal bisa dipegang dan bisa diwujudkan, maka pada tahun 2022, selanjutnya mulai tinggal landas yaitu pada tahapan pemantapan tahap akhir.

 

"Tinggal landasnya ke mana? Menuju pada universitas yang bertaraf internasional, tetapi tetap pada visi founding father kita, untuk mewujudkan pendidikan tinggi yang berkualitas untuk anak bangsa, khususnya pada tataran ekonomi menengah ke bawah. Itu menjadi sangat penting," jelasnya.

 

"Oleh sebab itu, bagaimana, pengelolaan perguruan tinggi itu agar efektif namun efisien, itu yang mesti kita menetapkan suatu strategi yang tepat, termasuk penerapan e-learning. JADI, tahapan akhir dari pemantapan tahap akhir itu bahwa kita menuju pada pembelajaran jarak jauh e-learning 100 persen," sambung Ngadino.

 

Menurutnya, dengan menerapkan pembelajaran jarak jauh e-learning maka pemerataan pendidikan itu makin mudah direalisasikan, termasuk pelaksanaan pendidikan yang dengan biaya yang tidak terlalu mahal, karena kebutuhan listrik dan lain sebagainya yang harus disediakan, termasuk juga bagaimana mengatasi para mahasiswa yang terkendala dengan waktu dan biaya.

 

"Oleh sebab itu, metode pembelajaran e-learning ke depan itu menjadi wajib, karena pola pembelajaran harus diratakan sesuai visi dari almarhum Bapak H Probosutedjo yang ingin mewujudkan satu pendidikan yang berkualitas untuk anak bangsa, khususnya untuk masyarakat yang mempunyai ekonomi menengah kebawah," tegasnya. (ANP)