Mahasiswa Harus Kreatif Dalam Transformasi Digital

• Monday, 19 Nov 2018 - 12:46 WIB

JAKARTA - Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Mercu Buana (UMB) telah menyelenggarakan Seminar Nasional Pengaplikasian Telematika ke-10 (SINAPTIKA), kali ini mengambil tema "Trend Aplikasi Multi-Platform Dalam Transformasi Digital untuk Meningkatkan Perdagangan di Era Ekonomi Digital", yang digelar di Aula Rektorat UMB, Meruya, Jakarta Barat, Sabtu (17/11/2018).

 

Dekan Fakultas Ilmu Komputer, Dr Harwikarya, MT mengatakan, masyarakat perlu menyikapi perkembangan teknologi yang sangat pesat dewasa ini,  ditandai dengan meningkatnya tren transformasi digital dalam meningkatkan perdagangan di era ekonomi digital.

 

"Era revolusi industri 4.0 menempatkan teknologi informasi sebagai basis dalam kehidupan manusia. Segala hal menjadi tanpa batas (borderless) terkait penggunaan daya komputasi dan data yang tidak terbatas. Di dunia perdagangan misalnya, kita banyak sekali terbantu dalam membeli barang keperluan atau jasa secara online lewat perusahaan-perusahaan e-commerce yang kian menjamur dewasa ini," katanya.

 

Harwikarya mengakui, di samping sisi positif memang ada sisi negatif dari era transformasi digital ini. Contohnya ada beberapa jenis pekerjaan yang terancam hilang, seperti kasir tiket bioskop, teller bank, tukang pos, dan lain sebagainya. 

 

"Tetapi di sisi lain, fenomena ini justru menjadi semacam "berkah" bagi IT expert atau alumni Fasilkom, sebab mereka yang memegang sistemnya, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pengontrolan aplikasi sebuah e-commerce," ujar dia. 

 

Karena itulah, Harwikarya menilai pentingnya sistem pembelajaran yang lebih inovatif di perguruan tinggi, seperti penyesuaian kurikulum pembelajaran, dan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam hal data Information Technology (IT), Operational Technology (OT), Internet of Things (IoT), dan Big Data Analitic, guna menghasilkan lulusan perguruan tinggi yang kompetitif dan terampil. 

 

Sementara itu, Ketua Panitia SINAPTIKA 2018, Ratna Mutu Manikam, S.Kom, MT menambahkan, seminar nasional tahun ini diikuti oleh sekitar 2.500 orang peserta yang tersebar di dua lokasi, yakni Aula Rektorat dan Gedung Tower Lantai 7.

Selain itu ada pula 120 orang peserta workshop, 73 mahasiswa peserta lomba, serta 120 pemakalah yang telah mengirimkan makalah ya melalui easychair, yang berasal dari berbagai kota antara lain Bali, Surabaya, Yogyakarta, Tegal, Karawang, Jakarta, Bandar Lampung dan Riau. 

 

"Dari jumlah tersebut, hanya 86 makalah yang kami presentasikan setelah melalui tahap pengecekan similarity dan tahapan review oleh para reviewer yang dari beberapa universitas serta Badan Siber dan Sandi Negara," jelasnya. (ANP)