Pada Sidang Interpol, Kapolri Paparkan Tantangan Polisi di Era Modern

• Monday, 19 Nov 2018 - 14:31 WIB

JAKARTA - Kapolri Jenderal Muhammad Tito Karnavian memaparkan berbagai tantangan tugas aparat kepolisian dalam menghadapi era modern dewasa ini saat menjadi pembicara pada Sidang Umum Interpol ke-87 di Dubai, Uni Emirat Arab Tahun 2018.

Tito mengungkapkan bahwa tantangan tugas kepolisian akan semakin banyak dipengaruhi oleh berbagai potensi gangguan keamanan sebagai akibat dari perkembangan teknologi, seperti kejahatan siber secara lintas negara atau transnasional.

"Oleh karena itu, peningkatan kapasitas personel agar mampu beradaptasi dengan perkembangan situasi terkini menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan," ujar Tito melalui keterangan tertulisnya, Senin (19/11/2018).

Selain itu, mantan Kapolda Metro Jaya itu menuturkan beberapa faktor lainnya yang tidak kalah penting untuk dilakukan oleh seluruh aparat kepolisian. Antara lain adalah, kemampuan dalam membangun jaringan, berkomunikasi, berkoordinasi dan bekerja sama dengan aparat penegak hukum dari berbagai negara di dunia.

 

Kapolri Tito Karnavian saat menghadiri Sidang Umum Interpol di Dubai (Foto: Humas Polri)

Menurut Tito, salah satu contoh institusi Polri menjawab tantangan era modern adalah dengan mengembangkan inovasi berbasis teknologi dalam aktivitas kepolisian yang dilaksanakan oleh Polri.

“Seperti pengembangan teknologi digital forensik, teknologi berbasis IT dalam penegakan hukum dan teknologi berbasis IT dalam penyelenggaraan pelayanan publik,” kata Tito.

Oleh sebab itu, Tito menyebut, peran penting Interpol sebagai lembaga koordinatif bagi institusi kepolisian negara-negara di dunia. Menurut dia, Polri bisa berhasil menegakkan hukum terhadap kejahatan transnasional berkat dukungan Interpol juga.

“Interpol telah mempermudah dan mendukung keberhasilan Polri dalam melaksanakan penegakan hukum berbagai kejahatan lintas negara/transnasional,” tutur Tito.

Disisi lain, Tito Di merasa senang banyak institusi Kepolisian di berbagai negara yang mengadopsi pemikiran dan gagasannya terutama tentang penanggulangan dan pencegahan terhadap kejahatan terorisme.

Salah satu yang paling fenomenal dan mendapatkan pengakuan global adalah keberhasilan penerapan strategi soft approach dan hard approach secara simultan dalam penanggulangan terorisme di Indonesia.

“Kini, institusi Polri telah diakui sebagai salah satu praktik manajemen pemolisian terbaik di dunia,” tutup Tito.

 

 

Source: Okezone.com