Presiden Jokowi Minta Mensos Bangun Pabrik Khusus Disabilitas

• Monday, 3 Dec 2018 - 17:25 WIB

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita untuk mendirikan pabrik khusus bagi penyandang disabilitas.

 

Presiden mengaku pernah mendapat usulan untuk membangun pabrik bagi penyandang disabilitas sekitar empat tahun lalu. Namun, hingga kini belum terwujud.

 

"Saya tunggu-tunggu katanya mau dicarikan tanahnya, saya tunggu sampai sekarang tanahnya belum ada. Oleh sebab itu, hari ini saya perintahkan kepada Menteri Sosial untuk menyelesaikan ini,” kata Presiden dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Senin (3/12/2018).

 

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun mempersilakan Mensos menentukan jenis usahanya, apakah itu garmen, elektronik, atau lainnya. Yang penting, kata Presiden, pabrik tersebut harus segera dibangun.

 

Menurut dia, penyandang disabilitas selama ini telah mengharumkan nama bangsa. Untuk itu, pemerintah perlu mengapresiasinya dengan memberi wadah bagi mereka untuk berkarya dan berprestasi.

 

Dia mencontohkan, saat gelaran Asian Para Games 2018, atlet penyandang disabilitas masuk lima besar dengan 37 medali emas. Padahal, acara serupa sebelumnya Indonesia hanya ada di peringkat 14.

 

Selain di bidang olahraga, Presiden juga menyebut nama Risnawi Utami, WNI pertama yang terpilih menjadi anggota komite penyandang hak disabilitas PBB tahun 2018. Lalu ada pula Khabibie Afsyah yang sukses di bidang online marketing dengan penghasilan puluhan juta per bulan.

 

"Kemudian Surya Sahetapy sekarang sudah di Amerika, penggerak komunitas handai tuli. Kemudian M. Fahmi Husein mahasiswa yang meraih penghargaan desain terbaik pada National Electrical Design di 2018. Mereka ini adalah sumber inspirasi bagi kita semuanya seluruh warga negara Indonesia," ucap Presiden.

 

Pria asal Solo ini melanjutkan, dirinya ingin mengapresiasi mereka dalam bentuk yang konkret. Untuk itu, dia minta pabrik khusus penyandang disabilitas bisa dibangun.

 

“Saya tolong dikejar-kejar, diingatkan sehingga saya bisa mengejar juga ke menteri, menteri juga bisa mengejar ke dirjen agar ini bisa segera terealisasi,” ucap Presiden.

 

Source : Sindonews