BSN Gelar Indonesia Quality Expo ke-7 Tahun 2019

• Friday, 21 Dec 2018 - 21:50 WIB

JAKARTA - Memasuki era globalisasi perdagangan, standardisasi dapat digunakan sebagai salah satu alat kebijakan pemerintah dalam menata struktur ekonomi secara lebih baik dan memberikan perlindungan kepada masyarakat. Untuk menunjang tercapainya tujuan strategis tersebut, yang antara lain adalah peningkatan ekspor produk Indonesia, peningkatan daya saing produk Indonesia, peningkatan efisiensi nasional dan menunjang program keterkaitan sektor ekonomi dengan berbagai sektor lainnya, penerapan Standar Nasional Indonesia/SNI oleh industri menjadi sangat penting.

Maka, setelah sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan Bulan Mutu Nasional (BMN) dan Indonesia Quality Expo (IQE) di Surabaya pada tahun 2018, kembali Badan Standardisasi Nasional (BSN) akan menyelenggarakan Bulan Mutu Nasional (BMN) dan  Indonesia Quality Expo (IQE) ke-7 pada awal November 2019 mendatang di Semarang, Jawa Tengah. Pameran IQE ke-7 akan diikuti oleh lebih dari 100 pemangku kepentingan di seluruh Indonesia.

Kepala Biro Hukum, Organisasi dan Humas Badan Standardisasi Nasional (BSN) Iryana Margahayu di Jakarta (21/12/2019) mengatakan, Jawa Tengah sangat tepat bagi penyelenggaraan BMN dan IQE 2019. Jawa Tengah telah membuktikan komitmennya dalam menerapkan SNI yang pada tahun 2018,  kami atas nama pemerintah RI memberikan penghargaan Tokoh Standardisasi kepada Bapak Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah. Oleh karenanya, kami menilai Jawa Tengah sangat tepat untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan BMN dan IQE, ujar Irna (biasa disapa).

BMN dan Pameran IQE ke-7, akan diisi dengan berbagai acara diantaranya Pembukaan BMN yang mengundang 1000 pemangku kepentingan, dan pertemuan-pertemuan kecil seperti Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Standardisasi (PPIS), Pertemuan Teknis Laboratorium dan Lembaga Inspeksi, Temu Masyarakat Standardisasi Indonesia (MASTAN), serta masih banyak lagi.

Sementara itu, Pameran IQE tahun ini akan menargetkan 150 stand yang akan diikuti oleh pemangku kepentingan BSN baik dari perusahaan, lembaga penilaian kesesuaian, asosiasi, perguruan tinggi, maupun pemerintah daerah dan pusat. Tahun lalu, industri penerap SNI seperti Siemens Indonesia, PT. Pertamina Lubricants, PT. Pupuk Kaltim, dan PT. Petrokimia Gresik turut ambil bagian dalam pameran. Pameran juga dimeriahkan dengan berbagai acara panggung dan bagi-bagi hadiah produk ber-SNI, ujar Irna.

Melalui pameran IQE, para pemangku kepentingan dapat saling bertukar informasi mengenai perkembangan standardisasi dan penilaian kesesuaian serta bertransaksi. Pengunjung akan mendapatkan banyak informasi standardisasi di pameran, bisa membeli produk ber-SNI dengan harga khusus, KLINIK STANDARDISASI secara gratis, dan berbagai lomba di arena panggung. (ANP)