Inovasi di CES 2019 Dorong Ekonomi Global

• Wednesday, 16 Jan 2019 - 19:43 WIB

Las Vegas, Nevada – Inovasi teknologi di setiap industri besar maupun industri berkembang telah diperkenalkan pada ajang CES® 2019, termasuk perkembangan terbaru dari kecerdasan buatan, 5G, hiburan, olahraga, otomotif, dan kota pintar. Dengan menghadirkan pembicara dari AMD dan AT&T, eksekutif puncak Twitter, National Football League, Walmart dan Intel, bersama dengan peluncuran ribuan produk baru, CES merupakan pusat inovasi dunia yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dunia. Dimiliki dan diorganisir oleh Consumer Technology Association (CTA), CES 2019 telah sukses digelar awal tahun 2019, Rabu-Sabtu (9-12/1/2019).
 
Presiden dan CEO AMD, Dr. Lisa Su, menjadi pembicara dalam salah satu sesi CES dan memperkenalkan prosesor terbaru Radeon VII. Tersedia di pasaran pada Februari mendatang dengan harga US$699, produk ini merupakan prosesor 7nm pertama yang diciptakan untuk gaming serta menampilkan performa terbaik, melancarkan live demo saat peluncuran permainan Devil May Cry 5 dan Tom Clancy's The Division 2. Radeon VII tidak hanya merupakan bukti dedikasi AMD dalam menciptakan perangkat gaming berkinerja tinggi. Produk ini juga dapat digunakan oleh pekerja kreatif dan pelajar. Dr. Su menjelaskan bagaimana Radeon VII dan produk AMD lainnya dapat digunakan oleh tim e-sport Fnatic dan sekolah kejuruan di New York yang berfokus pada STEM. “Sudah menjadi tugas kami untuk memperkenalkan kekuatan komputasi kepada masyarakat,” kata Su kepada para pengunjung CES.
 
Selanjutnya, saat sesi “New Frontiers in Mobile” berlangsung, para pengunjung mendapatkan penjelasan tentang gambaran masa depan 5G. Ketua dan CEO Medialink, Michael Kassan, memulai sesi dengan menyampaikan kepada pengunjung bahwa CES 2019 merupakan tujuan dari awal  pengenalan 5G. Kassan yang hadir bersama dengan CEO AT&T Communications, John Donovan, berdiskusi tentang upaya AT&T dalam mewujudkan teknologi 5G. Mengingatkan para pengunjung mengenai pentingnya 5G, Donovan mengatakan, “Secara sederhana, jaringan 5G disebut sebagai sesuatu yang tidak hanya lebih cepat dan lebih, tetapi juga merupakan jaringan waktu. Jaringan ini merubah peta permainan.” Kassan dan Donovan juga membicarakan peluncuran jaringan Evolusi 5G terkini milik AT&T, serta upaya AT&T dalam menjadikan Rush Hospital di Chicago sebagai rumah sakit pertama yang menggunakan teknologi 5G.
 
Sesi selanjutnya menampilkan Ketua Cannes Lions, Philip Thomas, yang menjadi moderator panel dan membicarakan tentang kemungkinan-kemungkinan dari penerapan teknologi 5G. Eksekutif Adobe, Deloitte Digital, Magic Leap, National Geographic dan The Stagwell Group telah mengeksplorasi bagaimana 5G dapat mempengaruhi kehidupan manusia. Mereka sepakat bahwa di luar teknologi pendukung seperti kendaraan self-driving dan realitas virtual, 5G menjanjikan perubahan di bidang lain seperti storytelling dan pemasaran.
 
Saat sesi “The New Mobility Revolution” berlangsung, CEO dan salah satu pendiri Aurora, Chris Urmson, menyatakan, “Kami hadir untuk menghentikan kejadian-kejadian fatal di jalanan Amerika dan dunia. Status quo tidak bisa diterima dan kita harus bertindak terkait hal ini.” Aurora bersama dengan panelis lainnya seperti, Audi, Intel dan Komite Keselamatan Nasional, merupakan anggota dari koalisi PAVE yang baru saja didirikan yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat Amerika Serikat tentang manfaat kendaraan self-driving. Dari perspektif global, Presiden dan CEO MobilEye, Amnon Shashua, mengatakan, “Lokasi terbaik untuk meluncurkan jasa mobilitas adalah Amerika Serikat, namun kami belum mendapatkan regulasi yang sesuai. Di Israel, kami telah mendapatkan banyak dukungan dari pemerintah.”
 
Dalam acara CTA’s Leaders in Technology Dinner, CEO Waymo, John Krafcik, menegaskan manfaat kendaraan self-driving, dengan mengatakan bahwa teknologi tersebut akan menciptakan perubahan dalam aspek keamanan dan sosial. Begitu digunakan, kendaraan self-driving mampu menekan 94 persen kecelakaan yang disebabkan oleh kesalahan manusia, sehingga menjadikan jalanan lebih aman. “Teknologi ini benar-benar dapat membuat perbedaan, maka dari itu kami ingin mengembangkannya,” ujar Krafcik. Diwawancarai oleh pembaca berita Fox Business News, Liz Claman, Krafcik menggambarkan bagaimana kendaraan self-driving Waymo dapat mengantarkan pengemudi selamat sampai tujuan, terlepas dari kondisi cuaca, jalanan atau lalu lintas. Seiring semakin populernya kendaraan self-driving, Waymo berencana untuk terus mengembangkan teknologinya, memperluas pasar dengan memperkenalkan armada kendaraan self-driving ke berbagai kota.
 
Sesi “Connected Car with 5G” yang dimoderatori oleh Julian Mitchell dari Forbes, menghadirkan sejumlah eksekutif dari BlackBerry Certicom, Renault-Nissan-Mitsubishi, TomTom and Flex. Para panelis membahas bagaimana 5G akan mentransformasi mobil masa depan menjadi pusat data pribadi, menyentuh topik lain seperti kota pintar, industri yang terpengaruh, kendaraan otonom, mobilitas, dan perlindungan privasi.
 
Sesi “Applied AI” – yang digelar di Eureka Park dan dipandu oleh Bruno Morency dari Techstars; LinkedIn Learning Instructor, Karen Holst; Gregory Pal dari Automat; serta Allan Benchetrit dari Algolux – membahas lebih dalam mengenai bagaimana kecerdasan buatan mempengaruhi industri teknologi. Para panelis menangani personalisasi kecerdasan buatan bagi konsumen serta mempunyai kemampuan untuk menafsirkan, berbagi, dan menggunakan data di seluruh ekosistem teknologi. Membangun hubungan dengan konsumen merupakan langkah penting dalam mengedukasi masyarakat terkait kecerdasan buatan dan proses pembelajaran mendalam saat semua orang mengiklankan diri mereka sebagai perusahaan kecerdasan buatan. “Apabila semua pihak mengklaim bahwa mereka adalah perusahaan kecerdasan buatan, maka tidak ada yang benar-benar perusahaan kecerdasan buatan,” ujar Gregory Pal, CBO Automat.
 
Membahas pengaruh yang akan dibawa 5G, sesi “What IoT and 5G Bring to Retail” menampilkan diskusi antara International Head of Retailing dari Euromonitor, Michelle Grant, dengan SVP, CTO, dan EMEA Global Logic, Dr. Charis Christopoulos. Keduanya berdiskusi terkait Internet of Things (IoT), dampak rumah pintar terhadap ritel, serta topik lainnya. Melanjutkan diskusi, Dan Tynan dari Improbable Ventures memandu diskusi panel yang menampilkan eksekutif dari Verizon, yang menilai bagaimana berbelanja akan dipengaruhi oleh kehadiran 5G.
 
Berdasarkan lanskap ritel internasional, “Understanding the Asian Retail Market” menampilkan moderator CEO dan salah satu pendiri Coresight Research, Deborah Weinswig, serta eksekutif dari Tencent dan JD.com. “WeChat telah merubah cara orang berbelanja,” ujar Vice General Manager of Smart Retail Strategic Partnership Department dari Tencent, Cecilia Tian. Tian menjelaskan bagaimana WeChat telah menjadi hal yang umum di budaya masyarakat Tiongkok dan menciptakan peluang tanpa batas bagi pengecer. Konsumen Tiongkok menghabiskan rata-rata 100 menit per hari di WeChat dan hampir semuanya menggunakan layanan kode QVC untuk berbelanja, sehingga menciptakan hubungan lebih baik antara penjual dan pembeli. CTO dari JD.com, Chen Zhang, menyebutkan sejumlah tantangan baru dengan adanya berbagai keuntungan ini.
 
Sementara itu, sesi “Technology Deployment into the Home” yang dimoderatori oleh CE Pro, melihat bagaimana alur pengiriman produk masuk ke rumah masyarakat, siapa yang memasang, dan siapa yang mendukung proses ini. Pemimpin dari Amazon, VIVINT, DISH, dan Starpower membahas berbagai topik termasuk tentang teknisi alat-alat diagnosis yang benar, sejak awal mempersiapkan konsumen mengenai proses instalasi yang benar untuk mencegah terjadinya permasalahan di masa depan ketika produk tidak lagi membutuhkan pengelolaan layanan langsung.
 
Selama sesi #NBATwitter, yang merupakan bagian dari CES Sports Zone Conference Track, CEO Twitter, Jack Dorsey, dan Komisioner NBA, Adam Silver, berdiskusi tentang bagaimana kemitraan merupakan cara yang tepat untuk menaikkan demografi kawula muda untuk menonton pertandingan bola basket – banyak dari mereka haus akan sumber informasi yang mudah diakses. Dimoderatori oleh jurnalis dari ESPN, Rachel Nichols, Silver dan Dorsey menjelaskan bagaimana penonton yang loyal menggunakan Twitter sebagai sumber mereka dalam berbagi informasi secara cepat terkait pertandingan yang sedang berlangsung. Silver menggambarkan hubungan antara NBA dan Twitter sebagai “lingkaran kebaikan” mengingat liga tersebut juga mendapatkan informasi dan tren terkini dari media sosial, menjaga komunitas online tetap hidup dan berkembang.
 
Pada sesi “The Next Era of Sports Media: A Conversation with Turner President David Levy”, President Turner, David Levy, berbagi pandangannya kepada pengunjung tentang olahraga, “Masa depan itu kuat dan semakin kuat.” Dimoderatori oleh jurnalis dan koresponden CNN, Brian Stelter, Levy menegaskan bahwa tayangan televisi terus berkembang dan perusahaan televisi harus mencari alternatif untuk menarik minat penonton pada pertandingan olahraga, seperti pilihan pemberitahuan, berbayar untuk sekali nonton, serta digabung dengan judi olahraga.
 
Sebagai bagian dari CES Sports Zone Conference Track di C Space, sesi “Immersive Media” dimoderatori oleh Wakil Presiden Senior Fox Sports, Michael Davies, mengeksplor bagaimana teknologi merevolusi penggemar dalam mendapatkan konten olahraga. Eksekutif dari Intel, the National Football League, NextVR, dan Yahoo! Sports membahas kemajuan teknologi seperti realitas virtual dan 5G, serta peluang dan tantangan yang dibawa ke pasaran. Topik yang dibahas termasuk potensi realitas virtual mengajak penggemar dengan keterbatasan fisik untuk ikut merasakan permainan dan bagaimana 5G akan mempengaruhi berbagai mulai dari realitas virtual hingga taruhan olahraga.
 
Lebih lanjut dibahas dalam sesi “New Rules of Engagement in the Disruptive Age” yang dimoderatori oleh koresponden Sillicon Valley, Janko Roettgers, membahas mengenai bagaimana cara terbaik melibatkan audiens di seluruh jangkauan platform media sosial. Sejumlah panelis termasuk eksekutif dari Ey, MGM Resorts International, Reddit, Spotify dan YouTube, serta The Spirited, membahas berbagai topik seperti langkah-langkah membangun kepercayaan pengguna di era disruptive ini.
 
Bagaimana mempertahankan kepercayaan dengan mengamankan data para pengguna merupakan fokus dari sesi “Cyber Network Security”, yang menghadirkan eksekutif dari the Center for Strategic and International Studies, AIG, dan nDimensional berdiskusi dipandu oleh Commercial Director dari Bloomberg, Sime Jurac. Topik yang dibahas seputar ketahanan, pendidikan karyawan, manajemen resiko dan kesadartahuan akan keamanan siber dalam tahap awal pembuatan produk. “Mencapai dan menjaga kepercayaan di tahap ini merupakan hal penting supaya kita dapat menikmati manfaatnya,” kata Senior Advisor dari the Center for Strategic and International Studies, Suzanne Spaulding.
 
Manfaat yang ditawarkan oleh keanekaragaman industri teknologi terus menjadi tema utama CES 2019. Selama sesi “The Diverse Workforce Tech Needs to Thrive”, Global Head, Diversity and Inclusion dari Uber, Bernard Coleman, menekankan, “Apabila anda tidak dapat mengerti mereka, bagaimana anda dapat melayani mereka?” Jelang pengumuman CTA yang akan menginvestasikan US$10 juta sebagai modal usaha dalam bisnis-bisnis milik minoritas, sesi kebijakan ini berfokus pada bisnis bagi berbagai ragam tenaga kerja.
 
Apakah anggota komunitas Latinx berinteraksi dengan teknologi secara berbeda? Jika iya, mengapa? Sesi C Space Storytellers, "Authenticity + Tech, Winning Latinx Engagement” – dengan menghadirkan pembicara dari Nielsen, Walmart, dan Univision – membahas hal tersebut. Sebagai pengadopsi awal yang sudah lama, pengalaman budaya mendorong penggunaan teknologi komunitas Latinx, sebagai kepentingan pribadi dan keinginan untuk berbagi informasi adalah hal yang umum. Komunitas Latinx juga menggemari merek-merek yang berkontribusi pada perubahan sosial atau dianggap memahami kebudayaan mereka.
 
*  *  *
 
Tentang CES:
CES® merupakan tempat berkumpulnya masyarakat dunia yang berhasil di bisnis teknolgi konsumen. CES telah dikenal sebagai ajang pembuktian tahap global bagi para inovator dan teknologi terobosan selama 50 tahun, di mana inovasi-inovasi generasi selanjutnya diperkenalkan ke pasar. Sebagai acara berpengalaman terbesar di kelasnya, CES menampilkan semua aspek dari industrinya. Dimiliki dan diproduksi oleh Consumer Technology Association (CTA)TM , CES menarik perhatian para pemimpin bisnis dan pemikir perintis dunia. Simak CES video highlights. Ikuti perkembangan CES secara online di CES.tech dan media sosial.
 
Tentang Consumer Technology Association:
Consumer Technology Association (CTA)™ adalah asosiasi perdagangan yang mewakili US$377 industri teknologi konsumen di Amerika Serikat, yang mendukung lebih dari 15 juta lapangan pekerjaan di Amerika Serikat. Lebih dari 2,200 perusahaan – 80% merupakan usaha kecil dan bisnis start-up; lainnya adalah merek yang sudah dikenal di dunia – menikmati berbagai manfaat keangggotaan CTA termasuk advokasi kebijakan, riset pasar, pendidikan teknik, promosi industri, pengembangan standar serta pembinaan hubungan bisnis dan strategis. CTA juga dimiliki dan diproduksi oleh CES® – tempat berkumpulnya masyarakat dunia yang berhasil di bisnis teknolgi konsumen. Keuntungan yang diperoleh dari penyelenggaraan CES diinvestasikan kembali untuk layanan industri CTA.

(*)