Busworld South East Asia Hadirkan Market Baru Bus, Coach, Karoseri Dan Komponen di Indonesia

• Thursday, 17 Jan 2019 - 18:06 WIB

Kepadatan penduduk yang dimiliki Indonesia menjadi salah satu faktor timbulnya kemacetan kendaraan.
Dalam mengurangi permasalahan tersebut, pemerintah berusaha memperbaiki sistem transportasi
umum dengan membangun Bus Rapid Transit (BRT) di sejumlah kota besar di Indonesia seperti Jakarta,
Yogyakarta, Solo, Bandar Lampung dan beberapa kota lainnya.


Tahun 2019 akan menjadi titik balik kejayaan kendaraan bus dimana pada tanggal 20 Desember 2018
lalu, Presiden Joko Widodo telah meresmikan Tol Trans Jakarta yang menghubungkan Jakarta hingga
Surabaya dengan harapan masyarakat akan meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih ke kendaraan
bus. Apalagi tol Trans Jawa memudahkan masyarakat dalam menjangkau 224 tempat wisata.


Era bus di Indonesia juga akan memasuki era elektrifikasi mengingat dunia mulai bergerak ke arah
elektrifikasi dan Jakarta merupakan kota yang potensial untuk dijadikan green city dan green mobility
maka Presiden Jokowi mendorong Gubernur DKI Jakarta untuk menanggapi perubahan ini dengan cepat.
Berkaca dari Negara tetangga, China, yang setiap tahunnya mengganti 100 moda transportasi bus umum
menjadi bus listrik.


Melihat perubahan positif ini, GEM Indonesia bekerja sama dengan Busworld International untuk
menghadirkan pameran terbesar di Asia Tenggara, Busworld South East Asia 2019. Pameran ini akan
diselenggarakan pada tanggal 20-22 Maret 2019 di JIExpo Kemayoran Jakarta. Dan akan dihadiri
operator dan manufaktur bus dan juga komponen pendukung bus.
 

Busworld merupakan pameran B2B terbesar di bidang bus dan industri karoseri yang akan menampilkan
berbagai macam bus, coach bus, minibus, termasuk spare parts, komponen-komponennya dan juga
pelayanannya. Tidak hanya menampilkan inovasi dan teknologi terbaru dari industri bus, pameran
Busworld South East Asia 2019 juga akan memberikan edukasi terkini mengenai perkembangan bus baik
dari dalam maupun luar negeri, dari segi regulasi sampai teknologi akan dibahas dalam Busworld
Academy yang akan menghadirkan para pakar dari industri transportasi. Terselenggaranya Busworld
South East Asia yang akan dilakukan bersamaan dengan Busworld Academy ini diharapkan bisa
membantu Indonesia dalam menghadapi era industri 4.0.


Pameran Busworld yang pertama diadakan 47 tahun yang lalu di Kota Kortrijk di Belgia pada tahun 1971.
Pameran Busworld South East Asia merupakan pameran ketujuh pada agenda Busworld terkini setelah
Turki, India, Rusia, China, Central Asia dan Amerika Latin. Selama pelaksanaan pameran ini, akan
diadakan Busworld Academy, yang merupakan platform pengetahuan Busworld yang mengorganisir
seminar untuk menghubungkan industri lokal dengan jaringan pakar spesiaslis internasional Busworld.


Busworld Academy akan mengangkat tema “Making Bus Transport Systems Attractive, Efficient and
Affordable in South East Asia” dimana masyarakat diharapkan akan dengan senang hati beralih moda
transportasi dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum.
 

Selama acara berlangsung akan ada pembicara dan panelis yang merupakan para professional di
bidangnya, seperti: Dr. Gyeng Chul KIM, Special Advisor UCLG-ASPAC; Mr. James Leather, Chief of
Transport Sector Group, ADB Manila; Mr Kurnia Lesani Adnan, Chairman of IPOMI; Mr Sommy Lumadjeng, Chairman of ASKARINDO; Dr. Fleischer Wolfgang, Austrian Institute of Technology, Vienna;
Dr. Yoga Adiwinarto, Director, ITDP, Jakarta dan banyak pakar lainnya.


Pendaftaran Academy dapat dilakukan langsung ke https://www.busworldsoutheastasia.org/events
dan tidak dipungut biaya apapun. Bagi para professional yang berminat, silahkan segera mendaftar
karena tempat yang terbatas.