Curah Hujan Tinggi, Wabah DBD Meningkat

• Monday, 21 Jan 2019 - 09:50 WIB

JAKARTA – Peningkatan curah hujan dan perubahan iklim dinilai sangat berpengaruh terhadap perkembangan nyamuk yang dapat menularkan virus dengue hingga menyebabkan penyakit demam berdarah. Hal ini sebagaimana terjadi di wilayah ibu kota Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI pun meminta warga mewaspadai penyakit mematikan tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, pihaknya berharap masyarakat mampu terlibat aktif dalam rangka mewaspadai dan mengantisipasi penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Ibu Kota.

DBD merupakan penyakit demam akut yang disebabkan virus dengue yang menginfeksi bagian tubuh dan sistem peredaran darah manusia, serta ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti atau albopictus betina yang terinfeksi.

"Gejala DBD biasanya diawali dengan demam, nyeri otot dan sendi, terdapat bintik/ruam merah di kulit disertai mual dan nyeri ulu hati; pada kasus yang parah dapat terjadi pendarahan dan syok yang membahayakan nyawa," kata Widyastuti dalam keterangannya, Senin (21/1/2019).

Ilustrasi nyamuk DBD. (Foto: Ist)

Guna mencegah wabah DBD, kata dia, warga bisa menguras tampungan air dan memelihara tanaman yang efektif mengusir nyamuk. Bisa juga membuat lavitrap dan perangkap untuk mencegah nyamuk berkembang biak.

Ia juga menyerukan warga agar segera memeriksakan diri ke puskesmas maupun rumah sakit jika mengalami demam tinggi lima hingga tujuh hari. "Kami sudah imbau rumah sakit dan puskesmas untuk menyiapkan SDM dan sarana penunjang," ucapnya.

DBD diprediksi meningkat beberapa hari atau minggu setelah musim hujan pada awal 2019. Maka itu, perlu meningkatkan kewaspadaan dini serta tindak lanjut guna mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB) DBD yang melibatkan masyarakat bersama Pemprov DKI.

(han)