Ini Sebaran Lokasi Bencana Sulsel di 10 Daerah, 30 Tewas dan 25 Hilang

• Thursday, 24 Jan 2019 - 17:14 WIB

JAKARTA – Memasuki hari kedua bencana banjir, longsor dan puting beliung yang menerjang Sulawesi Selatan (Sulsel), proses evakuasi dan penanganan terus diintensifkan. Saat ini, banjir di sejumlah daerah perlahan mulai surut. Hasil pendataan, bencana tersebut menewaskan 30 orang dan 25 lainnya masih hilang.



Pusdalops BPBD Sulsel merilis, lokasi sebaran bencana terjadi di 78 desa pada 52 kecamatan yang tersebar di 10 kabupaten/kota. Yakni Kabupaten Jeneponto, Maros, Gowa, Soppeng, Wajo, Barru, Pangkep, Sidrap, Bantaeng dan Kota Makassar.



Proses evakuasi, pencarian, penyelamatan korban dan penanganan pengungsi serta masyarakat yang terdampak banjir terus lakukan di sejumlah lokasi. Air banjir juga mulai surut, ditandai debit aliran dari Waduk Bili-Bili yang juga kian berkurang.


Hingga Kamis (24/1/2019) pukul 14.00 WIB, berdasarkan update sementara pendataan pascabencana, 5.825 jiwa terdampak,  3.321 orang mengungsi, 76 unit rumah rusak (32 unit hanyut, 25 rusak berat, 2 rusak sedang, 12 rusak ringan dan 5 tertimbun).



Selain itu 2.694 unit dan 11.433 hektare sawah terendam banjir, 9 jembatan rusak, 2 pasar rusak, 6 unit fasilitas peribadatan rusak dan 13 unit sekolah rusak. Pendataan juga mencatat korban jiwa mencapai 30 orang, 25 hilang dan 47 luka-luka.



“Penanganan darurat masih terus dilakukan. Tim gabungan dari BPBD BNPB, TNI, Polri, Basarnas, Kementerian/Lembaga, SKPD, PMI, relawan, NGO dan masyarakat melakukan penanganan darurat. BNPB terus mendampingi BPBD dalam penanganan darurat,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis yang diterimaiNews.id, Kamis (24/1/2019).



Saat ini, Kepala BNPB Doni Monardo telah berada di lokasi bencana untuk mengkoordinasi membantu Pemprov Sulsel dalam hal penanganan bencana. BNPB menyerahkan bantuan dana siap pakai Rp1 miliar untuk operasinal keposkoan dan darurat bagi BPBD Jeneponto Rp250 juta, Gowa Rp250 juta, Marros Rp250 juta dan Kota Makassar Rp250 juta.



“Masyarakat kami imbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan menghadapi banjir, longsor dan puting beliung. Januari hingga Februari merupakan puncak hujan sebagian besar wilayah di Indonesia. Lakukan langkah-langkah antisipasi dalam skala individu, keluarga dan komunitas,” tuturnya.



Lokasi sebaran dampak bencana banjir, longsor dan puting beliung di wilayah Sulsel yakni;

1. Kabupaten Gowa

Bencana merenggut 16 korban jiwa, 21 hilang, 46 luka, 2.121 orang mengungsi, 10 unit rumah rusak (5 rusak berat dan 5 tertimbun), 604 unit rumah terendam, dan 1 jembatan rusak.

2. Kota Makassar

Sebanyak 2.942 orang terdampak, 1.000 mengungsi dan 477 rumah terendam banjir.

3. Kabupaten Soppeng

Sedikitnya 1.672 hektare sawah terendam banjir. Pendataan saat ini masih terus dilakukan.

4. Kabupaten Janeponto

Korban meninggal 10 orang, 3 hilang, 51 rumah rusak (32 hanyut, 19 rusak berat).

5. Kabupaten Barru

Sedikitnya 2 unit pasar, 1 fasilitas pendidikan, 1 fasilitas pemerintahan rusak akibat bencana.

6. Kabupaten Wajo

Sebanyak 1.683 orang terdampak, 1.198 rumah terendam, 1.412 ha sawah terendam, 8 jembatan rusak, 4 fasilitas peribadatan rusak, 11 fasilitas pendidikan rusak.

7. Kabupaten Maros

Bencana menyebabkan 4 orang meninggal, 1.200 orang terdampak, 200 mengungsi, 400 unit rumah terendam, 8.349 ha sawah, 1 fasilitas peribadatan.

8. Kabupaten Bantaeng

Bencana menyebabkan 1 unit rumah rusak sedang.

9. Kabupaten Sindrap

Terdapat 1 KK yang trdampak bencana dan 1 unit rumah rusak sedang.

10. Kabupaten Pangkep

Korban hilang 1 orang, 1 luka-luka, 28 rumah (1 rusak berat, 12 rusak ringan, 15 terendam), 1 fasilitas peribadatan, 1 fasilitas sekolah rusak.
 

 

Editor : Donald Karouw

Source : iNews